Giri Menang (Suara NTB) – Pemerintah Desa (Pemdes) Kuripan Timur Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) patut dicontoh oleh desa lain di Lombok Barat. Desa ini mengembangkan tanaman komoditas hortikultura seperti selada dan pakcoy dengan sistem hidroponik dari Dana Desa (DD) Ketahanan Pangan. Hasil panen hortikultura ini pun telah diorder untuk kebutuhan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Selain komoditas hortikultura, pihak desa juga mengembangkan peternakan ayam pedaging. Kepala Desa Kuripan Timur, Anwar Efendi mengatakan pihaknya melalui Bumdes mengembangkan Hidroponik mulai tahun 2023 lalu dari Ketahanan Pangan, di mana program ini baru pertama dilaksanakan dari DD.”Hidroponik dari Ketahanan Pangan sudah jalan, selada sudah panen dan dipasok ke 90 persen untuk MBG di wilayah Kuripan,” kata Anwar Efendi, Selasa (14/4/2026).
Selada dijual dengan harga Rp24 ribu per kilogram. Masing-masing MBG memesan 15 kilogram hingga 20 kilogram. Dalam sekali panen bisa diperoleh 50-60 kilogram. Hasil panen ini diambil 10 hari sekali untuk dipasok ke MBG.
Pihaknya juga mengembangkan komoditas pakcoy dan ayam pedaging. Tanaman pakcoy ini segera panen perdana, rencananya juga dipasok ke dapur-dapur SPPG MBG. Ia mengaku kewalahan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku MBG ini. Pasalnya, hasil panen yang masih terbatas.
“Kami kewalahan penuhi kebutuhan, karena banyak juga penjual kebab langsung beli,” imbuhnya.
Untuk menambah hasil produksi ini, pihaknya pun memperluas areal pengembangan hidroponik sekitar 1 are. Dari perluasan areal pengembangan ini, pihaknya menargetkan bisa menghasilkan 1 kuintal sekali panen, sehingga bisa memasok kebutuhan untuk MBG maupun lainnya. Pihaknya juga mengalami kendala tempat jemur yang berbatas, sehingga lahan di areal itu ditimbun untuk tempat jemur. Tempat jemur ini juga bisa disewa oleh petani sebagai pemasukan Bumdes.
Dalam mengelola Bumdes ini, ada delapan orang dari kalangan pemuda dan remaja di desa yang rutin bekerja di hortikultura. Dari pengelolaan hidroponik ini mereka bisa mendapatkan penghasilan.
Sementara itu, Camat Kuripan, Muktamat, S.IP., mengapresiasi Pemdes Kuripan Timur yang mengembangkan potensi desa melalui program ketahanan pangan. Pihaknya pun mendorong semua desa di Kecamatan Kuripan menangkap peluang dari MBG ini untuk mendongkrak perekonomian di desa. “Ini tergantung dari ketua SPPG dan Kades, mau kerja sama dalam memasok kebutuhan MBG,” kata dia.
Terlebih di wilayah Kuripan belum bisa memenuhi kebutuhan MBG ini. Contohnya telur, ayam pedaging dan buah-buahan. Di satu desa itu belum tentu memiliki kandang ayam baik petelur maupun pedaging. “Ini yang perlu kita dorong kepada pak kades masing-masing di setiap desa dengan kemunculan MBG ini, kadang di satu desa itu ada dua sampai tiga,” imbuhnya.
Kebutuhan pasokan bahan baku ke SPPG MBG menurutnya peluang besar. Desa- desa harus memulai serius mengembangkan potensi desa untuk pasok kebutuhan MBG. Terlebih dengan adanya Kopdeskel merah putih, bisa berkolaborasi. Sehingga ke depan, desa ini walupun ada pengurangan DD bisa terpenuhi memenuhi program ini.
Hal ini juga sesuai dengan arahan Pemkab dalam hal ini Bupati Lobar H. Lalu Ahmad Zaini. Pihaknya juga berharap OPD untuk membina dan melatih pelaku UKM di desa agar mampu menghasilkan produk yang baik. (her)

