Jumat, April 17, 2026

BerandaHEADLINEDapat 2.000 Kuota Magang ke Jepang, Disnakertrans NTB Pastikan Pendaftaran Gratis

Dapat 2.000 Kuota Magang ke Jepang, Disnakertrans NTB Pastikan Pendaftaran Gratis

 

Mataram (Suara NTB) – NTB sudah dipastikan mendapat jatah kuota pemagangan ke Jepang untuk 2.000 orang. Pendaftaran program yang berasal dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) itu juga dipastikan tidak dipungut biaya alias gratis.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB, Dr. H. Aidy Furqan, MPd., sai menghadiri pelepasan 50 peserta magang ke Jepang, di Islamic Center, Kamis (16/4/2026) petang.


“Jatah (program magang) untuk Indonesia 45 ribu, NTB insyaallah kebagian 2.000,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB ini.


Mantan Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) NTB itu menegaskan, program magang ke Jepang ini berbentuk beasiswa, sehingga, peserta magang tidak dipungut biaya dari pendaftaran dan keberangkatannya. “Iya (tidak dipungut biaya), nanti mekanisme-nya kita tunggu Juknis (petunjuk teknis),” tegasnya.


Disnakertrans NTB memastikan akan mengawal program ini bersama sejumlah mitra strategis lainnya, seperti Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) NTB, Bappeda NTB, Brida NTB, Kementerian Agama, hingga pemerintah desa.


“Karena ini juga banyak diatensi itu untuk calon-calon yang berasal dari desa-desa, terutama desa miskin,” ujarnya.


Program ini diperuntukkan bagi siswa yang sudah lulus atau berstatus alumni. Adapun sekup jenjang pendidikan yang bisa mendaftar di antaranya SMA, SMK, dan MA. “Semua yang usia kuliah-lah nanti,” katanya.


Sebagai informasi, ada beragam jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh perusahaan di Jepang bagi para peserta magang nantinya. “Macam-macam, ada di kesehatan, ada di industri, ada di distribusi kayak driver. Kemudian teknologi juga, bahkan juga ada komputer. Jadi aneka, aneka kompetensi,” sebutnya.


Adapun jumlah uang saku yang akan didapatkan para peserta pemagangan cukup fantastis. Dikpora itu menyebut, jumlah uang saku yang diterima tergantung level kemampuan berbahasa peserta.


“Kalau yang mempunyai kemampuan level bahasanya N2 namanya, N2 itu kalau Bahasa Inggris ya TOEFL IELTS-nya. Itu N2 itu sekitar 120 sampai 250 Yen, antara Rp17 juta sampai Rp25 juta per bulan,” kata Aidy.


Program pemagangan yang akan disiapkan Pemprov NTB dan Kemendes PDTT ini merupakan bentuk terobosan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pendidikan, peluang kerja, dan sebagai salah satu inovasi beasiswa.

“Kalau selama ini kan APBD full beasiswa dan sekembalinya kan belum ada imbasnya. Tetapi saya katakan ini adalah model inovasi beasiswa, tidak sekadar kuliah tetapi bekerja. Sudah dibiayai jadi produktif,” pungkasnya. (sib)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO