Jumat, April 17, 2026

BerandaNTBSUMBAWATata Ulang Ruas Jalan Kota Sumbawa

Tata Ulang Ruas Jalan Kota Sumbawa

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sumbawa, berencana melakukan penataan terhadap sejumlah ruas jalan yang berada di dalam Kota Sumbawa. Salah satunya di Jalan Diponegoro, Yos Sudarso, Jalan Dr. Cipto, Jalan Ahmad Yani, dan Jalan Komando

“Jalan itu kan dua arah, sehingga kita akan mencoba mengembalikan menjadi satu arah. Salah satunya jalan Diponegoro (Depan seroja) dari simpang PLN ke arah sumber mas,” kata Kadishub, H. Rosihan kepada Suara NTB, Kamis (16/4).

Selain ruas jalan tersebut lanjutnya, jalan yang berada di depan SMP 1 Sumbawa nantinya akan dijadikan satu arah. Sementara, pengendara yang dialihkan melalui jalan Martatuli atau belakang SMPN 1 Sumbawa, karena selama ini jalan tersebut satu arah.

“Jadi, jalan yang didepan SMP tidak lagi dua jalur melainkan satu jalur dan Jalan Multatuli itu tidak lagi ke arah simpang PLN. Tetapi kalau kita mau ke Jalan Dr. Cipto lurus satu arah nanti,” jelasnya.

Pemerintah juga saat ini akan mengembalikan lokasi putar balik di depan bank swasta yang selama ini ditutup. Hanya saja kata dia,lokasi putar balik tersebut tidak akan ditempatkan di lokasi semula, melainkan akan diubah dan jalan di lokasi tersebut juga akan diperlebar.

“Kita akan perlebar menjadi 25 meter untuk memberikan ruang bagi pengendara untuk melakukan manuver putar balik. Kita sengaja perlebar karena jalan yang eksis saat ini lebarnya hanya 5,7 meter sehingga akan sulit putar balik,” tambahnya.

Selain di lokasi tersebut, pemerintah juga akan membuat dua lokasi putar balik yang berada di depan SMA Diponegoro. Hal itu dilakukan untuk memudahkan proses putar balik bagi masyarakat karena selama ini masih banyak yang melanggar.

“Banyak masyarakat kita yang melanggar lalu lintas di depan SMA Diponegoro. Makanya kita akan buka lagi di depan SMA Diponegoro untuk memudahkan akses masyarakat yang selama ini masih melanggar,” timpalnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah melakukan kajian rencana alih fungsi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Bugis. Alih fungsi ini bertujuan menjadikan lokasi parkir komunal bagi sejumlah pertokoan di lokasi tersebut, supaya akses masyarakat tidak terganggu.

“Selama ini RTH Bugis ini dijadikan sebagai taman saja, sehingga kami akan merubah konsep tersebut menjadi tempat parkir komunal agar akses masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.

Skema yang ditawarkan nanti yakni dengan melakukan perataan RTH tersebut, sehingga akses keluar masuk kendaraan bisa berjalan lancar. RTH Bugis ini bisa menjadi lokasi parkir komunal dan bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi.

“Lokasinya sangat ideal sebagai lokasi parkir komunal, karena memang dulu merupakan terminal disini. Jadi kami akan kembalikan fungsi itu dan RTH di lokasi tersebut tetap eksis,” demikian kata dia. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO