Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 14.581 peserta akan mengikuti Ujian Tulis Berbasi Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 di Unram. UTBK-SNBT di Unram akan dilaksanakan mulai Selasa (21/4/2026) di 10 titik pelaksanaan di Unram.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Sitti Hilyana, M.Si., kepada Suara NTB, Senin (20/4/2026) mengatakan, sebanyak 1480 peserta akan mengikuti UTBK-SNBT per harinya. Pihaknya juga akan memperketat pengawasan selama UTBK-SNBT.
“Secara keseluruhan kami sudah siap 100 persen untuk pelaksanaan besok (hari ini), termasuk dari sisi integritas peserta. Pengawalan super ketat kita lakukan, termasuk melakukan pemeriksaan ketat sebelum peserta masuk ruangan,” ujarnya.
Unram juga telah menggelar kegiatan pengarahan bagi Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Wakil Penanggung Jawab (WPJ), serta pendamping UTBK-SNBT 2026 yang berlangsung di Gedung Dome, Kamis (16/4) lalu. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memastikan seluruh unsur pelaksana ujian memiliki pemahaman yang komprehensif terkait teknis, tanggung jawab, serta standar operasional prosedur selama pelaksanaan UTBK-SNBT.
Selain itu, dari jumlah pendaftar tersebut, terdapat peserta berkebutuhan khusus yang juga difasilitasi oleh pihak kampus, yaitu dua peserta tunarungu, satu peserta tunanetra, dan dua peserta tunadaksa.
Selain itu, ia juga menyampaikan bahwa daya tampung Unram pada tahun ini sebesar 3.371 kursi. Untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ujian berbasis komputer, kampus telah menyiapkan sebanyak 740 unit komputer yang tersebar di berbagai lokasi ujian dan siap digunakan oleh seluruh peserta UTBK-SNBT 2026.
Dalam arahannya, Wakil Rektor Bidang Akademik menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme seluruh pengawas selama ujian berlangsung. Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi saat ini membuka peluang terjadinya berbagai bentuk kecurangan yang semakin canggih. Oleh karena itu, pengawas diminta untuk lebih teliti dan waspada terhadap kemungkinan adanya upaya kecurangan, seperti penggunaan perangkat tersembunyi, chip pintar, maupun alat komunikasi ilegal lainnya.
“Pengawas harus benar-benar menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Ketelitian menjadi kunci utama dalam memastikan ujian berjalan jujur dan adil bagi seluruh peserta,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pelaksanaan UTBK-SNBT bukan sekadar proses seleksi, melainkan bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menjaring calon mahasiswa yang unggul, berintegritas, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan di masa depan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan teknis oleh Kepala Biro Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dwi Suswanto, S.Kom., M.M. Dalam arahannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai tugas dan peran masing-masing pengawas, alur pelaksanaan ujian, serta prosedur yang harus diikuti sebelum, saat, dan setelah ujian berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya koordinasi antar petugas di setiap lokasi agar tidak terjadi miskomunikasi yang dapat menghambat jalannya ujian.
Selanjutnya, Kepala Unit Penunjang Akademik Teknologi Informasi dan Komunikasi (UPA TIK) Unram, Cahyo Mustika Okta Muvianto, S.T., M.Sc., Ph.D, memberikan arahan terkait sistem pelaksanaan ujian berbasis komputer.
Ia menjelaskan mekanisme teknis pengoperasian sistem, pembagian sesi ujian, serta langkah-langkah penanganan jika terjadi kendala teknis di lapangan, seperti gangguan jaringan atau perangkat komputer. Ia juga mengingatkan seluruh petugas untuk selalu siap siaga dan segera berkoordinasi dengan tim teknis apabila ditemukan permasalahan selama ujian berlangsung. (ron)

