Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional (TKA-AN) jenjang sekolah dasar di Mataram mulai berlangsung pada, Senin (20/4). Namun demikian, siswa tidak 100 persen mengikuti tes akademik,terutama sekolah swasta.
Kepala Disdik Kota Mataram, Yusuf mengatakan, pelaksanaan uji akademik siswa itu diikuti oleh seluruh siswa jenjang sekolah dasar di Mataram, terutama sekolah berstatus negeri.
“100 persen SD negeri ikut, tetapi ada SD swasta yang beberapa orang tidak ikut,” ujarnya, Senin (20/4).
Di beberapa swasta yang dimaksud, Yusuf menyebut, persentase keikutsertaan mereka pada pelaksanaan TKA ini kurang dari 100 persen.
Ia belum bisa mengungkapkan alasan ketidakikutsertaan sejumlah siswa di SD swasta pada TKA-AN itu. Disdik Mataram sebagai lembaga yang mengurusi bidang pendidikan hanya mengimbau, tanpa bisa mengintervensi lebih jauh.
“Kami tidak meneliti sejauh itu alasan siswa tidak ikut, yang penting kami sudah mengimbau untuk ikut TKA,” jelasnya.
Pelaksanaan TKA jenjang sekolah dasar berlangsung selama sepuluh hari dari Senin (20/4) hingga Kamis (30/4). Di Mataram sendiri, TKA berlangsung secara bertahap sesuai dengan kesiapan sekolah.
“Secara gelombang. Ada sesi satu, sesi dua, dan sesi tiga. Tergantung fasilitas chromebook yang dimiliki,” kata Yusuf.
Sebagai gambaran, TKA-AN tidak bersifat wajib. Oleh karena itu, siswa memiliki hak untuk ikut atau tidak. Kendati demikian, Disdik terus berupaya untuk mengajak dan mengedukasi masyarakat terkait pentingnya TKA bagi peserta didik.
Selain sebagai indikator capaian akademis siswa, hasil TKA juga akan menjadi syarat bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan lewat jalur prestasi.
“Kita imbau seluruh siswa untuk ikut. Karena ini (berguna) untuk jalur prestasi nanti,” tegas Yusuf.
Di sisi lain, hasil TKA juga bermanfaat bagi pemerintah daerah sebagai dasar evaluasi terhadap capaian pendidikan. Dengan demikian, pemerintah mempunyai pijakan jelas untuk menerbitkan kebijakan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan. (sib)

