Praya (Suara NTB) – Pemberangkatan Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Lombok diawali Rabu (22/4/2026) dini hari. JCH asal Lombok Timur (Lotim) menjadi yang pertama diterbangkan ke tanah suci, melalui Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) dan dilepas Gubernur NTB H. Lalu Muhamad Iqbal, Selasa (21/4/2026) malam.
PT Angkasa Pura (AP) Indonesia Kantor Cabang Bandara Lombok selaku pengelola memastikan BIZAM sudah siap sepenuhnya untuk mendukung kelancaran proses pemberangkaan JCH Embarkasi Lombok pada musim haji tahun 2026 ini.
Pada musim haji tahun ini total ada 15 kelompok terbang (kloter) JCH asal NTB yang akan diberangkatkan melalui Embarkasi Lombok. 10 kloter di antaranya merupakan kloter utuh. Sedangkan lima kloter lainya merupakan kloter campuran.
Proses pemberangkatan akan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama yakni kloter 1 hingga kloter 11 akan diterbangkan dari Lombok ke Madinah. Sisanya, empat kloter lainnya akan diterbangkan langsung ke Mekkah. “Pemberangkatan akan dimulai pada tanggal 22 April sampai 10 Mei 2026. Terbagi dalam 15 kloter,” sebut General Manager PT. AP Indonesia kantor cabang Bandara Lombok Aidhil Philip Julian, dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Selama proses pemberangkatan JCH embarkasi Lombok, maskapai Garuda Indonesia akan mengerahkan pesawat berbadan lebar jenis Boeing 777-300ER dengan kapasitas penumpang lebih dari 300 orang.
Guna mendukung kelancaran operasional pemberangkatan haji Embarkasi Lombok, pihaknya telah melakukan berbagai persiapan serta koordinasi dengan instansi dan stakeholder terkait. Mulai dari Otoritas Bandara Wilayah IV, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, Perum LPPNPI, Kantor Imigrasi, Kantor Bea Cukai hingga Balai Kekarantinaan Kesehatan. Termasuk dengan pihak maskapai Gapura Angkasa, Perum DAMRI dan pihak terkait lainnya.
“Persiapan mulai dari pengecekan fasilitas, kesiapan personel serta penguatan koordinasi dengan seluruh stakeholder sudah kita lakukan. Untuk memasikan seluruh proses operasional pemberangkatan haji tahun ini bisa berjalan dengan aman dan lancar,” sebut Aidhil.
Untuk memastikan kesiapan, pada tanggal 15 April 2026, pihaknya juga sudah menggelar simulasi penerbangan embarkasi dan debarkasi. Tujuannya untuk mengecek kesiapan fasilitas bandara, personel, prosedur operasional hingga rencana kontingensi jika terjadi kondisi darurat selama proses pemberangkatan haji.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa seluruh infrastruktur dan fasilitas BIZAM dalam kondisi siap dan mumpuni. Pihaknya pun berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik. Guna mendukung kelancaran perjalanan jemaah haji sejak keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air nantinya.
JCH Lotim, Pertama Diberangkatkan
Sebanyak 1.406 JCH asal Kabupaten Lombok Timur (Lotim)akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun 2026 ini. Pelepasan kelompok terbang (Kloter) I sebanyak 378 jamaah yang akan berangkat pertama dari Embarkasi Lombok. Pelepasan dilakukan Bupati Lotim H. Haerul Warisin di Masjid Agung Al-Mujahidin Selong pada Selasa (21/4/2026) dini hari.
Bupati Lotim, H. Haerul Warisin, mengingatkan agar ibadah haji dijalankan semata-mata karena Allah SWT, disertai keikhlasan, menjaga sikap, kesabaran, serta saling tolong-menolong.
Ia juga meminta para jamaah mendoakan Lotim agar lebih baik, baik dari aspek fisik maupun keimanan. Bupati berharap kuota haji Lotim ke depan semakin besar, sehingga daftar tunggu semakin pendek. Pemerintah daerah berkomitmen mengalokasikan lahan untuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah guna mendukung pelayanan ibadah haji.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Lotim, H. Makkinuddin menjelaskan bahwa total jemaah haji Lotim tahun ini berjumlah 1.406 orang yang terbagi dalam lima kloter. Tiga kloter khusus Lombok Timur (kloter 1, 6, dan 9) masuk dalam gelombang pertama, sedangkan dua kloter lainnya (kloter 12 dan 15) merupakan kloter campuran dengan Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Sumbawa.
Dua kloter campuran dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026. Terkait lansia, Makkinuddin menyebut terdapat 58 jemaah prioritas lansia yang usianya di atas 65 tahun, dengan jamaah paling tua kelahiran 1940. Pemberangkatan ke Asrama Haji di Mataram biaya transportasi ditanggung pemerintah Kabupaten Lotim. Selain transportasi gratis. JCH juga diberikan makan minum serta telah diberikan jaket khusus dengan Logo Pemkab Lotim. (kir/rus)

