Minggu, April 26, 2026

BerandaEKONOMIDi Tengah Bayang-Bayang Perang Dunia, Hotel di Lombok Tetap Diserbu Wisatawan

Di Tengah Bayang-Bayang Perang Dunia, Hotel di Lombok Tetap Diserbu Wisatawan

 

Mataram (Suara NTB) – Ketegangan geopolitik dunia yang memicu kekhawatiran terhadap sektor pariwisata ternyata belum menggoyahkan daya tarik Lombok di mata wisatawan mancanegara. Di tengah bayang-bayang konflik Timur Tengah akibat serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap iran yang hingga kini belum ada kejelasan akan berakhir telah melonjaknya harga bahan bakar global, namun kontras, Ketika hotel di Kawasan Senggigi, Lombok Barat, salah satunya Holiday Resort Lombok justru tetap dipadati tamu.


Suasana liburan akhir pekan pada Minggu, 26 April 2026, di hotel yang berada di pesisir Pantai Mangsit itu terlihat ramai. Wisatawan domestik maupun mancanegara tampak menikmati akhir pekan dengan bersantai di tepi pantai, berenang, menikmati panorama unset, hingga memanfaatkan berbagai fasilitas hotel.


Pemandangan ini memang kontras dengan kekhawatiran banyak pelaku usaha wisata yang memprediksi gejolak global akan berdampak pada turunnya kunjungan wisatawan ke Indonesia, termasuk Lombok.


General Manager Holiday Resort Lombok, yang juga Ketua Asosiasi Hotel Senggigi, Ketut Murtajaya, mengungkapkan Holiday Resort Lombok hingga kini masih mencatat performa yang sangat baik.


“Bulan ini rata-rata okupansi mencapai 86 persen,” ungkapnya.


Bahkan, tren pemesanan untuk musim liburan pertengahan tahun menunjukkan angka lebih tinggi. Untuk Juli dan Agustus, tingkat booking rata-rata telah mencapai 87 persen.


Ketut menjelaskan, komposisi tamu di Holiday Resort Lombok saat ini masih didominasi wisatawan asing.


“Sekitar 67 persen wisatawan mancanegara dan 33 persen domestik,” katanya.


Pasar internasional utama berasal dari Australia, Asia, dan Eropa. Namun saat ini, kunjungan dari Australia dan Asia mengalami peningkatan, sedangkan wisatawan Eropa cenderung menurun.
Menurutnya, salah satu penyebab adalah gangguan jalur penerbangan yang umumnya transit di kawasan Timur Tengah.


“Khusus pasar Eropa menurun karena banyak penerbangan mereka transit di Timur Tengah,” jelasnya.


Menurutnya, tingginya okupansi hotel disebut tidak lepas dari strategi pemasaran agresif yang dilakukan manajemen, didukung stakeholders, baik melalui promosi digital maupun kerja sama dengan agen perjalanan dan wholesaler luar negeri.


Holiday Resort dinilai berhasil menjaga eksistensinya di tengah kompetisi hotel dan tantangan global.


Selain lokasi strategis di tepi Pantai Senggigi, hotel seluas 15 hektare ini memiliki beragam fasilitas yang menjadi daya tarik utama wisatawan.


Di antaranya kolam renang utama berukuran besar untuk keluarga, infinity pool dengan pemandangan laut lepas, beach deck untuk menikmati sunset, gym, spa, eco-farm, playground indoor dan outdoor, beach club, tiga bar, tiga restoran, hingga fasilitas olahraga seperti voli, tenis, jogging, catur, serta yoga gratis setiap Selasa dan Kamis pagi.


“Kolam infinity dan beach deck menjadi spot favorit untuk menikmati sunset dan happy hours. Anak-anak juga senang karena playground dan aktivitas rekreasi cukup lengkap,” kata Ketut. (bul)

 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO