KENAIKAN harga kebutuhan pokok yang terjadi belakangan ini dinilai semakin membebani masyarakat. Wakil Ketua DPRD Kota Mataram, Hj Istiningsih, S.Ag., meminta pemerintah pusat hingga daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengendalikan harga serta menjamin ketersediaan barang di pasaran.
Isti mengatakan, kenaikan satu komoditas kebutuhan pokok kerap memicu efek berantai terhadap harga barang lainnya. Kondisi ini dinilai memperparah tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.
“Ketika satu kebutuhan pokok naik, maka barang-barang lain juga ikut terdampak. Ini yang membuat kondisi masyarakat semakin berat,” ujarnya kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram akhir pekan kemarin.
Ia menekankan bahwa situasi tersebut bukanlah hal baru, melainkan persoalan yang berulang hampir setiap tahun. Selain kenaikan harga, masyarakat juga kerap dihadapkan pada kelangkaan barang tertentu, seperti gas LPG yang sempat sulit diperoleh dalam beberapa waktu terakhir.
Isti mengakui pemerintah telah melakukan berbagai upaya, seperti operasi pasar dan pasar murah. Namun, ia menilai langkah tersebut belum mampu memberikan solusi jangka panjang.
“Pasar murah itu sifatnya hanya sementara, kadang hanya satu hari. Dampaknya juga terbatas dan tidak bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, operasi pasar hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu singkat dan tidak menyentuh akar persoalan, yaitu stabilitas harga dan kelancaran distribusi barang. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.
“Barangnya ada, tapi bagaimana pengaturannya? Ini yang harus ditata. Pemerintah harus memastikan kebutuhan pokok selalu tersedia dan mudah diakses masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar mekanisme pasar dapat diawasi lebih ketat, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang tidak terkendali. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan penuh untuk mengatur hal tersebut demi melindungi masyarakat.
Isti juga menyinggung peran Tim Pengendali Inflasi yang dinilai perlu lebih optimal dalam menjaga stabilitas harga.
Ia menyebut, tim tersebut seharusnya mampu mengatur perputaran barang dan memastikan distribusi berjalan lancar, sehingga kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga dapat ditekan. “Kalau pun terjadi kenaikan, harus bisa diminimalisir agar tidak terlalu tinggi,” ujarnya.
Di tengah tekanan ekonomi global yang turut memengaruhi kondisi dalam negeri, Isti meminta pemerintah hadir memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Ia menilai, dampak global memang tidak bisa dihindari, namun dapat diminimalisir dengan kebijakan yang tepat.
Orang nomor dua di DPRD Kota Mataram ini mendorong pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan sumber daya alam dan manusia sebagai langkah jangka panjang dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Harapan masyarakat setiap tahun tentu ingin kondisi semakin baik. Maka pemerintah harus bisa memastikan kebijakan yang diambil benar-benar meringankan beban masyarakat,” ujar Ketua DPD PKS Kota Mataram ini. (fit)

