Mataram (Suara NTB) – Perbaikan jembatan rusak akibat banjir bandang di Ambalawi dan Wera, Bima tahun 2025 lalu belum juga diperbaiki. Hal ini karena tidak tersedianya anggaran untuk infrastruktur tersebut, yang mana dibutuhkan sekitar Rp15 miliar untuk bangun ulang jembatan.
Kepala Seksi Perencanaan Teknis Jalan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) NTB, Dana Indra Praja mengungkapkan saat ini terdapat dua jembatan yang masih belum mendapatkan penanganan di Bima. Di antaranya jembatan Tololai yang terletak di Kecamatan Ambalawi, rusak akibat banjir dan jembatan Konca yang rusak sejak tahun 2022 lalu.
“Tololai itu memang sudah bisa dilewati karena perbaikan sementara pakai BTT kemarin. Kalau Konca itu ada jalur alternatifnya,” ujarnya, Jumat (24/4).
Meski sudah diperbaiki sementara, kendaraan besar tidak bisa melewati jembatan tersebut. Untuk itu, pengendara melewati alternatif jalan lain, yaitu jalan kabupaten. Karena sering digunakan sebagai jalan alternatif, jalan kabupaten di kawasan tersebut juga sudah rusak.
“Makanya orang-orang di jalan kabupaten bertanya. Kenapa melewati jalan mereka? Padahal kan harus lewat jalan provinsi,” sambungnya.
Untuk perbaikan, Dinas PUPR Perkim memilih Jembatan Konca sebagai prioritas karena jalan ini sudah rusak cukup lama. Anggaran yang dibutuhkan masing-masing jembatan berkisar di antara Rp15 miliar, sehingga untuk dua jembatan, dibutuhkan sekitar Rp30 miliar.
Adapun untuk perbaikan sementara pada bulan Maret tahun lalu, Pemprov NTB menganggarkan Rp14 miliar yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk enam jembatan. Perbaikan saat itu sifatnya penanganan sementara. Dikhususkan untuk jembatan yang rusak parah.
Enam jembatan yang diperbaiki sementara menggunakan BTT adalah Jembatan Simpasai, Jemabatan Wilamaci Kecamatan Monta, Jembatan Karumbu, Jembatan Bajo, Jembatan Sape, dan Sampungu.
Tiga jembatan lainnya menggunakan anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yaitu Jembatan Ujung Kelate yang menghubungkan Kelurahan Kolo, Kota Bima, dengan Desa Nipa, Ambalawi. Jembatan Tololai di Desa Mawu, dan satu jembatan di Desa Nangawera.
Sementara itu, untuk perbaikan jalan dibutuhkan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk penanganan seluruh ruas jalan di Kabupaten dan Kota Bima. 309 kilometer panjang jalan di Bima serta Dompu mengalami rusak ringan. Sementara, 50 kilometer mengalami rusak parah.
Untuk penanganan ruas jalan yang mengalami rusak parah membutuhkan anggaran sekitar Rp5 miliar per kilometernya. 50 kilometer panjang jalan tersebut tersebar di delapan ruas jalan. Di antaranya Sempungu-Bajo, Dompu – Kiwu, Talabiu – Simpsai, Wilamaci – Karumbu, dan Bima – Tawali.
Adapun daerah dikatakan tidak memiliki anggaran senilai tersebut untuk melakukan penanganan secara langsung. Di tahun ini, Dinas PUPR Pe masih mencoba mengusulkan penanganan setiap ruas jalan itu bisa ditangani pemerintah pusat melalui Inpres Jalan Daerah (IJD), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan anggaran-anggaran lainnya. (era)

