Senin, April 27, 2026

BerandaNTBSUMBAWAAngkasa Pura Pastikan Kelayakan Perpanjangan Landasan Pacu 

Angkasa Pura Pastikan Kelayakan Perpanjangan Landasan Pacu 

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Sultan Muhammad Kaharuddin Sumbawa, Tri Pono Basuki Wijianto menyatakan, rencana perpanjangan landasan pacu (runaway) sepanjang 400 meter sangat mungkin dilakukan pemerintah dari eksisting saat ini 1.800 meter.

“Kalau dari segi kelayakan memang sangat kayak dilakukan, tetapi yang menjadi pertimbangan utama adalah ketersediaan anggaran. Karena pasti membutuhkan anggaran yang sangat besar,” kata Tri pekan kemarin.

Tri mengaku, rencana pembangunan atau memperpanjang landasan pacu telah ada pembicaraan dengan pemerintah daerah, tetapi rencana itu baru sebatas kajian. Hasil kajian yang dilakukan pemerintah belum dilaporkan termasuk ke Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, untuk diproses lebih lanjut.

“Secara resminya masih belum ada karena itu masih bahasan di pemerintah. Jadi belum sampai ke kita termasuk ke Kementerian terkait rencana tersebut,” ucapnya.

Dari sisi layak atau tidaknya diperpanjang landasan pacu tersebut lanjutnya, sangat bisa dilakukan. Tetapi anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan membutuhkan anggaran cukup besar, karena pasti akan ada pemukiman masyarakat yang terdampak termasuk perubahan tata kelola perkotaan.

“Anggarannya cukup besar untuk merealisasikan perpanjangan landasan pacu itu, karena ada beberapa rintangan mulai dari bukit di sekitar lokasi dan pemukiman masyarakat juga harus difikirkan,” terangnya.

Sebelumnya Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot mewacanakan akan melakukan perpanjangan landasan pacu bandara sepanjang sekitar 400 meter lebih dari eksisting 1.800 meter. Hal ini sebagai upaya meningkatkan konektivitas antar wilayah.

“Memang kita punya rencana, tetapi kan kita harus melihat kondisi kelonggaran fiskal untuk pembebasan lahannya karena banyak juga pemukiman masyarakat yang akan terdampak nantinya,” kata Bupati.

Orang nomor satu di Sumbawa melanjutkan, pemerintah sebelumnya sudah melakukan survei lokasi ke sejumlah wilayah untuk pembangunan bandara baru. Hanya saja kata, hasil pengecekan lapangan di sejumlah lokasi dianggap tidak layak untuk membangun bandara terutama angin yang tidak stabil.

“Kita sudah melakukan survei di sejumlah titik mulai dari wilayah Timur Sumbawa, Barat dan kawasan Samota tetapi kondisinya tidak aman untuk landing dan take off. Nah yang paling aman hanya di lokasi saat ini,” ucapnya.

Disinggung terkait kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan terkait rencana tersebut, Haji Jarot mengaku masih perlu melakukan kajian lebih lanjut. Baik itu untuk kebutuhan anggarannya maupun harga lahan untuk pembebasan di sekitar lokasi terkait rencana  perpanjangan runaway tersebut.

“Pemerintah nantinya akan membantu untuk anggaran pembebasan lahan yang terdampak, setelah bebas baru kita cari donatur yang akan membiayai rencana dimaksud,” jelasnya.

Rencana perpanjangan runaway tersebut nantinya diharapkan pesawat besar jenis Boing dan Airbus bisa mendarat di bandara tersebut. Sehingga kedepan akses transportasi masyarakat akan lebih beragam serta mampu mengembangkan sektor pariwisata.

“Masalah utama kita berada di akses transportasi, dengan adanya rencana perpanjangan runaway tersebut  maka kendala utama yang terjadi selama ini bisa kita selesaikan,” jelasnya. (ils) 

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO