Giri Menang (Suara NTB) – Abrasi sungai Lingkungan Seganteng hingga Perigi, Kelurahan Gerung Selatan, Kecamatan Gerung, Lombok Barat (Lobar) bakal ditangani melalui program Rp1 Miliar per Desa/Kelurahan. Penanganan abrasi sungai ini telah diusulkan oleh pihak Kelurahan Gerung Selatan dengan anggaran mencapai ratusan juta rupiah.
Lurah Gerung Selatan, Akhwan Mashudi mengatakan, pihaknya sudah turun mengecek abrasi Sungai Belut Lingkungan Seganteng, terlebih ketika abrasi melanda rumah warga belum lama ini. “Kami sudah laporkan ke pimpinan, BWS kemudian ke BPBD untuk penanganan tanggap darurat,” terangnya, Senin (4/5/2026).
Setelah kejadian itu, pihak BPBD Lobar turun memberikan bantuan kepada warga berupa, sembako, terpal, karung, dan lainnya. Sementara untuk penanganan jangka panjang atau permanen, pihaknya telah menganggarkan melalui alokasi Rp1 Miliar per Desa/Kelurahan yang merupakan program dari Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ). “Dan insyaallah itu (dikerjakan) tahun 2027,” terangnya.
Penanganan abrasi diusulkan di dua titik, masing-masing di lingkungan Perigi senilai Rp170 juta lebih dan Sungai Seganteng Rp130 juta lebih. “Totalnya sekitar 300 jutaan,” sebutnya.
Warga Diimbau Tidak Bangun Rumah Mepet Bantaran Sungai
Pihaknya pun berharap agar usulan untuk penanganan abrasi sungai tersebut bisa direalisasikan oleh Pemkab. Namun, pihaknya juga mengimbau kepada warga agar tidak membangun rumah terlalu mepet dengan bantaran sungai, karena sangat membayakan bagi mereka. “Kami imbau warga mengikuti aturan ketentuan yang sudah ada dalam membangun,” harapnya.
Sebelumnya, Yanti, warga Seganteng mengatakan, rumahnya rusak akibat abrasi sungai sejak delapan bulan lalu. “Karena air sungai besar, makanya ambruk. Sudah segala macam turun periksa ke sini tapi tidak terealisasi,” katanya, akhir pekan kemarin.
Bagian rumahnya yang ambruk tersebut, awalnya dijadikan kamar tidur, tetapi tidak bisa ditempati lagi karena ambruk. Ia pun tidak berani menempatinya.
Ia pun tak tahu ke mana mau pindah, karena rumah dan tanah itu saja yang ia miliki. Karena itu, ia dan keluarga pun terpaksa memberanikan diri menempati. Ia sangat berharap agar ada bantuan dari pemerintah untuk menangani abrasi sungai agar rumah warga tidak semakin parah terdampak. “Karena abrasi sungai ini sudah lama,” imbuhnya. (her)

