Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Kota Mataram menargetkan bebas sampah di tahun 2028. Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kebon Talo, program tempah dedoro serta alat pembakar sampah dinilai menjadi solusi jangka panjang.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi menerangkan, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia akan membangun TPST Kebon Talo di Kelurahan Ampenan Utara, Kecamatan Ampenan. Tim dari Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan bersama Badan Keuangan Daerah sedang melakukan pengukuran lokasi yang akan dibangun. “Tim dari BPBPK Kementerian PU sudah turun mengukur lokasi yang akan dibangun,” kata Denny.
Proyek fisik TPST Kebon Talo diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp97 miliar. Sementara, dokumen perencanaan sekitar Rp30 miliar. Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram menambahkan, lelang pekerjaan fisik sedang berlangsung secara dalam jaringan (online,red) dan ditargetkan pekerjaan dimulai sekitar bulan akhir bulan Juni atau Juli. “Anggaran pembangunannya tahun jamaq, karena yang mengerjakan Adalah BPBPK. Kita hanya sebagai penerima manfaat saja,” jelasnya.
Pembangunan TPST Kebon Talo, TPST Sandubaya serta incinerator dan tempah dedoro dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk menangani sampah di Kota Mataram. Volume sampah sekitar 220 ton per hari diperkirakan dapat ditangani oleh peralatan modern tersebut, sehingga ditargetkan Kota Mataram akan terbebas dari sampah di tahun 2028. “Kita targetkan di tahun 2028 Kota Mataram terbebas dari sampah,” katanya.
Target ini dinilai tidak muluk-muluk. Pasalnya, TPST Kebon Talo diperkirakan dapat mengelola sampah 60 ton per hari, sedangkan TPST Sandubaya dapat mengolah sekitar 45 ton per hari. Artinya, sisa sampah sekitar 115 ton bisa dialihkan ke incinerator dan tempat dedoro.
Ia memprediksi residu sampah yang tidak bisa dikelola sekitar 45 ton, sehingga diproyeksikan akan dialihkan ke Tempat Pengolahan Akhir Regional (TPAR) Kebon Kongo. “Kalau sampah organik nanti kita buang ke tempah dedoro,sehingga tidak ada lagi sisa sampah yang tidak terkelola dengan baik,” demikian kata Denny. (cem)

