BerandaNTBLOMBOK BARATDewan Dorong Pemerintah Bangun Permanen Jembatan Kayu Cemare

Dewan Dorong Pemerintah Bangun Permanen Jembatan Kayu Cemare

Giri Menang (Suara NTB) – Anggota DPRD Lombok Barat Dapil Lembar–Sekotong sekaligus mantan Kepala Desa Lembar Selatan H. Beny Basuki mendorong pemerintah untuk membangun jembatan kayu Dusun Cemare secara permanen. Menyusul kondisi jembatan yang berumur belasan tahun itu sudah tidak layak pakai dan membahayakan warga.

Masyarakat saat ini diminta berperan aktif menjaga jembatan tersebut dengan memasang portal agar kerusakan tidak semakin parah. Politisi Golkar itu menyampaikan, pihaknya terus mengikuti perkembangan kondisi Jembatan Cemare yang saat ini menjadi perhatian luas masyarakat.

Selaku mantan Kadese setempat, ia sangat memahami keresahan warga karena jembatan tersebut merupakan akses vital masyarakat Dusun Cemare untuk aktivitas ekonomi, wisata, pendidikan, perikanan, sosial masyarakat, hingga akses pelayanan dasar sehari-hari.”Karena itu persoalan Jembatan Cemare harus dipandang sebagai kebutuhan masyarakat yang memang perlu mendapatkan perhatian serius bersama,” tegasnya, Jumat (8/5/2026).

Ia mengatakan, Pemkab Lobar sebenarnya telah melakukan upaya penanganan melalui perbaikan jembatan kayu pada akhir tahun 2023 dengan anggaran hampir Rp200 juta. Namun karena kondisi lingkungan pesisir, usia konstruksi, banjir rob, serta masih adanya kendaraan berat yang melintas, hingga memicu jembatan kembali mengalami kerusakan.

Perkuat Pengawasan

Ia menilai secara objektif, salah satu penyebab percepatan kerusakan adalah belum optimalnya pembatasan kendaraan bertonase berat. Secara teknis, dump truck bermuatan memang tidak seharusnya melintasi jembatan kayu karena daya dukung konstruksinya terbatas. Karena itu pihaknya mendorong adanya langkah bersama antara pemerintah desa, BUMDes Mitra Bahari sebagai pengelola, pemerintah kabupaten, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan penggunaan jembatan.

“Seperti pembatasan tonase, pemasangan portal, dan perawatan berkala,” tegasnya.
Dari informasi terbaru yang diterima, Pemerintah Desa Lembar Selatan juga sedang mengupayakan perbaikan jembatan itu secara terbatas sebagai langkah penanganan sementara agar akses masyarakat tetap bisa digunakan sambil menunggu solusi jangka panjang. Langkah cepat ini tentu patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian terhadap kebutuhan mendesak masyarakat Dusun Cemare..

Selain itu, perlu diketahui, lanjut dia, Pemkab juga telah berupaya mengajukan proposal pembangunan dan penanganan Jembatan Cemare ke berbagai kementerian di pemerintah pusat. Di antaranya, ke Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Serta Kementerian Pendidikan terkait program dukungan akses pendidikan sesuai instruksi presiden mengenai perbaikan jembatan akses anak sekolah di ratusan ribu titik di Indonesia.

Hal ini menunjukkan bahwa Pemkab tidak tinggal diam dan terus berupaya mencari dukungan anggaran dari pusat karena kebutuhan pembangunan jembatan permanen membutuhkan biaya yang sangat besar. Di sisi lain, keberadaan jembatan gantung yang dibangun pemerintah pusat juga tetap memiliki fungsi strategis bagi masyarakat sebagai jalur mitigasi bencana banjir rob, gempa bumi dan bencana alam lainya Krn panjangnya pesisir cemare mencapai 5 kilometer.

Jembatan gantung ini sebagai akses jalan penghubung menuju Dusun Puyahan serta penunjang pengembangan wisata kawasan Cemare. Pembangunan jembatan gantung memang menghadapi tantangan teknis yang kompleks karena melintasi kawasan mangrove dan jalur pelayaran kapal, adanya galangan kapal sehingga membutuhkan konstruksi khusus dan menyebabkan biaya pembangunan meningkat cukup signifikan.

Karena itu pihaknya pun berharap polemik yang berkembang saat ini tidak diarahkan pada saling menyalahkan, melainkan menjadi momentum bersama untuk memperkuat perhatian terhadap kebutuhan masyarakat Dusun Cemare.

Yang dibutuhkan sekarang, kata Beny, adalah sinergi dan dukungan semua pihak pemerintah pusat,pemerintah daerah,pemerintah desa,BUMDes, tokoh masyarakat,dan warga Cemare sendiri. Hal ini sangat penting agar solusi yang dihasilkan benar-benar realistis, bertahap, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat Dusun Cemare. (her)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO