BerandaPENDIDIKANJumlah Siswa Baru di SMAN 11 Mataram Terus Menurun

Jumlah Siswa Baru di SMAN 11 Mataram Terus Menurun

Mataram (Suara NTB) – Jumlah siswa baru di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 11 Mataram, terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini dipicu perubahan paradigma masyarakat hingga faktor geografis sekolah.

Kepala SMAN 11 Mataram, H. Arofiq mengatakan, menurunnya tingkat partisipasi atau minat murid baru melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Mataram, disebabkan persepsi masyarakat bahwa sekolah tersebut dianggap baru.

Di samping itu, faktor posisi sekolah yang dinilai kurang strategis juga memengaruhi pilihan masyarakat. Arofiq berpandangan, sekolah yang berada cukup jauh dari jalan besar seringkali tidak diketahui keberadaannya.

“Lokasi sekolah yang tidak berada di pinggir jalan raya itu ternyata ngaruh. Karena ada juga orang tua yang belum thau ada sekolah SMA di sini,” ungkapnya.

Alasan lain menurut Arofiq adalah perubahan cara pandang masyarakat sekitar, terutama anak-anak usia sekolah. Berdasarkan pengakuan alasan mereka tidak mau melanjutkan sekolah di SMAN 11 Mataram lantaran ingin bersekolah di tempat yang lebih jauh dan mencoba pengalaman berbeda.

“Jadi sebenarnya ini ada faktor non teknis. Ketika anak lulus SMP itu kepengen naik motor ke luar ketika sekolah, pengen yang lebih jauh pengen bersama teman-temannya ramai-ramai, di sekolah yang lebih besar,” tuturnya.

Kendati jumlah siswa baru di sekolahnya menunjukkan tren menurun, Arofiq tetap berupaya mengggaet minat masyarakat sekitar, terutama bagi kesulitan secara finansial dan akses bersekolah di luar untuk menyekolahkan anaknya di SMAN 11 Mataram.

Sosialisasi, promosi dan kompensasi untuk meningkatkan minat masyarakat berseksolah.
Pada SPMB 2026 ini, pihaknya berencana memberikan seragam gratis sebagai bentuk apresiasi bagi masyarakat yang mau menyekolahkan anaknya di SMAN 11 Mataram.

“Bahkan tahun ini kami sebagai motivasi (untuk masyarakat) kami menggratiskan satu stel baju khas (SMAN 11 Mataram). Agar ada anak-anak ketertarikan (bersekolah),” terang Arofiq.

Selain upaya-upaya tersebut, Arofiq juga berharap pelaksanaan SPMB tahun ini juga berjalan lancar, jujur, dan adil. Seluruh sekolah diharapkan mengikuti regulasi dan petunjuk teknis (Juknis),agar pelaksanaannya bermanfaat bagi semua pihak, termasuk sekolahnya.

“Itu yang kami harapkan juga. Jadi jangan Juknis itu tinggal Juknis, kemudian dilanggar,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO