BerandaNTBLOMBOK TENGAHWujudkan Pendidikan yang Inklusif, Loteng Perkuat Kemitraaan dengan Dunia Usaha

Wujudkan Pendidikan yang Inklusif, Loteng Perkuat Kemitraaan dengan Dunia Usaha

Praya (Suara NTB) – Pendidikan yang inklusif menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk diwujudkan. Selain dengan peningkatan dukungan anggaran daerah, kolaborasi lintas sector juga terus diperkuat. Salah satunya dengan menggandeng dunia usaha serta lembaga non-pemerintah yang ada di daerah ini.

Langkah itu dilakukan Pemkab Loteng untuk memastikan semua anak usia sekolah di daerah ini bisa tetap mendapat layanan pendidikan yang layak. Termasuk bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Baik itu bagi anak dengan hambatan belajar maupun penyandang disabilitas.

Sebagai langkah awal Pemkab Loteng telah membangun komitmen bersama dengan pelaku usaha dan lembaga mitra pemerintah dan non-pemerintah yang ada di Loteng. Salah satu komitmenya yakni mengarahkan Corporate Social Responsibility (CSR) dari mitra untuk mendukung pendidikan yang inklusif berbasis data di Loteng.

“Saat diskusi lanjutan bertajuk Dukungan CSR untuk Pendidikan Inklusif Berbasis Data yang berlangsung di ruang rapat Sekretariat Daerah (Sekda) Loteng, Rabu (6/5), berbagai lembaga mitra berkomitmen untuk memperkuat dukungannya terhadap layanan pendidikan inklusif di daerah ini,” ungkap Asisten I Setda Loteng Drs. H. Lalu Muliawan, M.M., dalam keteranganya, Kamis (7/5).

Data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Loteng menyebutkan, hasil temuan pada program Profil Belajar Siswa (PBS) menyebutkan dari sekitar 9.000 siswa tingkat TK hingga SMA yang telah menjalani skrining awal ditemukan sekitar 5.000 anak di antaranya terindikasi memiliki hambatan fungsional belajar. Setelah dilakukan skrining lanjutan ditemukan sekitar 600 anak yang dinilai membutuhkan intervensi segera agar dapat memperoleh layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Muliawan mengatakan, pesan Bupati Loteng sangat jelas untuk mengarusutamakan dukungan terhadap pendidikan inklusif. Melalui penyediaan alat bantu, peningkatan aksesibilitas serta penguatan kapasitas tenaga pendidik. Hal itu sangat penting untuk memastikan anak-anak dengan hambatan fungsional belajar, terutama anak-anak penyandang disabilitas memperoleh layanan pendidikan yang optimal dan sesuai kebutuhannya.

Tanpa adanya intervensi dan dukungan yang memadai, anak-anak dengan hambatan fungsional berisiko semakin termarginalkan dalam sistem pendidikan. “Maka melalui kolaborasi lintas sektor ini, kami berharap dukungan terhadap pendidikan inklusif semakin kuat. Sehingga seluruh anak, termasuk anak dengan hambatan fungsional belajar dapat memperoleh layanan pendidikan yang layak dan sesuai kebutuhannya,” tegasnya.

Beberapa mitra di antaranya Rumah Sakit Adikarsa, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirtha Ardia Rinjani (Tiara) Loteng hingga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan InJourney Tourisme Development Corporation (ITDC) telah menyatakan komitmen dukungan terhadap upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif di Loteng. Beberapa mitra bahkan sudah terlebih menjalankan dukungannya terhadap upaya mendukung terwujudnya pendidikan yang inklusif tersebut.

“Forum-forum diskusi dengan lintas sektor ke depan juga akan terus diintensifkan. Harapanya, bisa terbangun sinergi lintas sektor yang kuat dalam menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif, berkeadilan dan responsif terhadap kebutuhan seluruh anak di daerah ini,” tegas mantan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusarsip) Loteng ini. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO