PEMERINTAH Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Ampenan, membentuk sekolah lansia sebagai wadah pendidikan bagi masyarakat lanjut usia yang belum bisa membaca dan menulis. Program tersebut telah berjalan sejak 2024 dan kini memasuki angkatan ketiga.
Lurah Kebun Sari, Drs. H. Mustaal, mengatakan sekolah lansia dibentuk sebagai bentuk kepedulian pemerintah kelurahan terhadap warga lanjut usia yang belum memiliki kemampuan dasar membaca dan menulis.
“Untuk masyarakat kita yang sekiranya belum bisa membaca dan menulis serta kegiatan edukasi lainnya, kita buat sekolah lansia,” ujarnya, Senin (11/5/2026).
Menurut Mustaal, kegiatan sekolah lansia dilaksanakan dua pekan sekali di Aula Kantor Lurah Kebun Sari. Dalam setiap angkatan, jumlah peserta mencapai sekitar 30 hingga 40 orang.
Selain belajar membaca dan menulis, para peserta juga mendapatkan berbagai kegiatan edukatif dan pembinaan sosial agar tetap aktif dan produktif di usia lanjut.
Ia menjelaskan, program tersebut terbuka secara gratis bagi masyarakat berusia di atas 50 tahun. Pemerintah kelurahan tidak memungut biaya pendaftaran maupun biaya kegiatan selama proses pembelajaran berlangsung.
“Siapa saja boleh ikut, khususnya masyarakat yang usianya di atas 50 tahun. Semuanya gratis,” katanya.
Mustaal mengungkapkan, sekolah lansia mendapat antusiasme cukup tinggi dari masyarakat. Bahkan, beberapa waktu lalu pihak kelurahan telah menggelar prosesi wisuda bagi peserta sekolah lansia di Aula Kantor Camat Ampenan.
Menurutnya, prosesi wisuda tersebut dibuat layaknya wisuda perguruan tinggi sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada para peserta yang telah menyelesaikan proses pembelajaran.
“Beberapa waktu lalu kita mengadakan wisuda untuk sekolah lansia di Aula Kantor Camat Ampenan. Prosesnya resmi seperti wisuda anak kuliah,” jelasnya.
Saat ini, Pemerintah Kelurahan Kebun Sari mulai membuka rekrutmen peserta didik baru untuk angkatan ketiga. Pihak kelurahan berharap program tersebut dapat membantu meningkatkan kemampuan literasi masyarakat lanjut usia sekaligus menjadi ruang interaksi sosial bagi para lansia.
Terkait pembiayaan program, Mustaal mengatakan pelaksanaan sekolah lansia dilakukan secara swadaya dengan dukungan bantuan dari dinas terkait.
Ia berharap keberadaan sekolah lansia dapat terus berjalan dan berkembang karena dinilai memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya warga lanjut usia yang selama ini belum sempat memperoleh akses pendidikan dasar. (pan)

