BerandaNTBDOMPUBelum Berproduksi, STM Belum Bisa Berkontribusi untuk Daerah

Belum Berproduksi, STM Belum Bisa Berkontribusi untuk Daerah

Dompu (Suara NTB) – Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE menegaskan potensi sumberdaya mineral yang dikelola PT Sumbawa Timur Mining (STM) di wilayah Hu’u belum menghasilkan, sehingga negara belum bisa menghitung kewajiban perusahaan terhadap daerah penghasil. Hal itu disampaikan Bupati menjawab tuntutan Khairul Imam, S.Pd, guru PPPK Paruh Waktu pada SMPN 3 Satu Atap Pajo dalam sesi dialog atas tuntutan PPPK Paruh Waktu dialihkan menjadi PPPK Penuh Waktu serta perbaikan penghasilannya. “Kondisi STM hari ini, masih dalam tahap studi kelayakan. Insyaallah nanti mungkin di 2027 akan naik ke tahap konstruksi. Masa produksi atau eksploitasi di 2030. Lalu hari ini, kita mau siksa mereka, mau peras merak, karena belum menghasilkan,” jelas Bambang

Bambang mengatakan, negara tidak memiliki dasar untuk menghitung pembagian ke daerah penghasil sementara potensi sumberdaya mineral Onto di Hu’u belum berproduksi. “Syukur mereka sudah banyak berbuat panjang kali lebar hari ini. Pemberdayaan masyarakat lingkar tambang, entah itu kesehatan dan lain – lain. Itu sudah luar biasa,” jelasnya.

STM sejak melakukan kegiatan eksplorasi atau penelitian menghabiskan investasi yang tidak sedikit. Terlebih potensi sumberdaya mineral Onto yang ditemukan, bersinggungan dengan panas bumi. Mereka juga akan melakukan kegiatan pertambangan bawah tanah kedepan, sehingga banyak pengujian dan penelian, agar usaha pertambangannya kedepan aman dan berkelanjutan.

Sejak izin kontrak karya yang ditangani tahun 1998 hingga hari ini, perusahaan terus mengeluarkan pendanaan dalam setiap kegiatan dan aktivitasnya. Sementara, tidak ada penghasilan yang didapat selama kegiatan eksplorasi. “Kita harus pahami kondisi mereka. Jangankan kalian besar harapan saya itu jauh lebih besar,” ungkap Bambang.

Karenanya, ia terus mendesak STM untuk tidak lama – lama melakukan penelitian. Jika perusahaan merencanakan produksi di tahun 2030–2031, ia meminta agar dilakukan di tahun 2029. “Tapi mereka dihadapkan pada kompleksitas masalah teknis dan lainnya,” jelasnya.

Bambang juga menjelaskan potensi sumberdaya mineral Onto yang ditemukan STM, jauh di atas potensi mineral yang dikelola Amman Mineral. Potensi sumberdaya mineral Onto, masuk kategori potensi mineral kelas dunia. Mineral Onto nomor dua setelah Freeport.

“Jadi pada prinsipnya, STM itu belum menghasilkan. Sehingga negara belum bisa menghitung keuntungan dan bagian – bagian dari daerah penghasil. Nanti saat produksi negara yang hadir. Bukan saja untuk kita. Dompu sekian, provinsi sekian, pusat sekian,” jelasnya. (ula)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO