Mataram (Suara NTB) – Jumlah siswa baru di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 3 Mataram terus meningkat dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Namun, tren peningkatan tersebut tidak diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur atau ruang kelas yang mencukupi.
Kepala MTsN 3 Mataram, H. Marzuki, mengatakan jumlah siswa baru di madrasahnya terus meningkat sejak 2021 hingga sekarang. Madrasah yang berada di Jl. Lingkar Selatan, Jempong, Mataram, hanya mampu menerima siswa di kisaran 200 orang. Sementara jumlah pendaftar bisa mencapai dua kali lipat dari kuota yang bisa diterima.
“Kalau saya lihat dari 2021 sampai ke kemarin, selalu ada peningkatan. 2021 kemarin, Ini kan saya gali dari tim Waka yang memang sudah bekerja di sini, itu ada peningkatan sekitar 15 sampai 20 persen,” ujarnya, Selasa (12/5).
Bahkan, pada 2025, jumlah pendaftar di MTsN 3 Mataram mencapai 500 orang. Namun, karena keterbatasan ruang kelas dan sarana prasarana, madrasah hanya mampu mengakomodasi sekitar 200 siswa.
Melihat animo masyarakat yang tinggi untuk bersekolah di madrasahnya, Marzuki sebenarnya ingin membuka kuota lebih besar lagi. Namun, keberadaan infrastruktur yang terbatas membuatnya mau tak mau harus menolak sebagian dari pendaftar tersebut.
Meski demikian, pihaknya terus berikhtiar untuk memperluas sarpras dan ruang kelas madrasah. Berbagai upaya telah dilakukan mulai memanfaatkan fasilitas sekolah yang tersedia hingga mengusulkan bantuan pengadaan infrastruktur tambahan ke sejumlah instansi pemerintah.
“Dan sekali lagi, ikhtiar ini sampai hari ini belum bisa terkabulkan. Ya mudah-mudahan dalam waktu dekat (bisa terealisasi) karena memang (infrastruktur) menjadi kendala,” jelas Marzuki.
MTsN 3 Mataram saat ini hanya memiliki 16 ruang kelas, dimana empat diantaranya merupakan ruangan non-kelas yang disulap sebagai tempat belajar. Upaya itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ruang kelas yang terbatas.
“Kita menghayal mendapat 24 ruang kelas. Untuk proses belajar belum kelas-kelas yang lain atau tambahan seperti lab. Tapi sekali lagi, belum teramini cita-cita ikhtiar ini. Dan kami terus selalu intens untuk berupaya,” pungkasnya. (sib)

