BerandaPENDIDIKANNi Ketut Ayu Rachma Nanda Sapitri Raih IPK 4.0 di Sumpah Dokter...

Ni Ketut Ayu Rachma Nanda Sapitri Raih IPK 4.0 di Sumpah Dokter Ke-50 FK Unizar

Mataram (Suara NTB) – Seorang dokter baru, dr. Ni Ketut Ayu Rachma Nanda Sapitri, S.Ked., sukses meraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4.0 pada Sumpah Dokter Periode Ke-50 Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar). Sumpah Dokter FK Unizar digelar di Aula Abdurrahim Unizar pada Rabu (13/5/2026).

Putri dari pasangan Serma (Purn.) I Putu Wiratma dan Ns. Ni Komang Putriasih, SST., S.Kep., ini tampak bahagia usai resmi diambil sumpahnya sebagai dokter. Perjalanan panjang yang ia tempuh selama pendidikan kedokteran akhirnya membuahkan hasil manis dan menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga maupun Fakultas Kedokteran Unizar.

Ayu mengungkapkan rasa syukur mendalam atas pencapaian yang diraihnya. “Tentu saja saya merasa sangat senang. Namun, semua pencapaian yang saya raih saat ini bukan semata-mata karena usaha saya sendiri, melainkan juga berkat dukungan dan doa orang tua, serta pertolongan dari Tuhan. Semua ini tidak mungkin tercapai tanpa usaha, dukungan keluarga, dan izin dari Tuhan,” ungkapnya dengan penuh haru.

Sebagai anak kedua dari dua bersaudara yang berasal dari Jl. Tirta Empul, Kelurahan Kawan, Kabupaten Bangli, Provinsi Bali, dr. Ayu dikenal sebagai sosok yang tekun dan rendah hati. Baginya, keberhasilan akademik bukan hanya tentang nilai tinggi, tetapi juga bagaimana menjadi dokter yang mampu memahami pasien dengan baik.

Ia mengaku pengalaman selama menjalani masa koas menjadi salah satu fase paling berharga yang membentuk cara pandangnya sebagai seorang dokter.

“Selama masa koas, kami banyak belajar langsung dari pasien dan masyarakat. Setiap orang memiliki cara berbicara, karakter, dan perilaku yang berbeda-beda. Dari situlah kami belajar bagaimana cara mengobati pasien, menjaga kesehatan mereka, dan memahami kondisi mereka dengan lebih baik,” jelasnya.

Menurutnya, interaksi langsung dengan pasien memberikan pelajaran penting tentang arti empati dan kepedulian dalam dunia medis. Hal tersebut menjadi bekal utama untuk menjadi dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

Ketika ditanya mengenai tantangan menghadapi Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) yang dikenal sulit dan penuh tekanan, dr. Ayu menegaskan bahwa usaha maksimal menjadi kunci utama keberhasilannya.

“Sulit atau mudahnya soal sebenarnya kembali lagi kepada seberapa besar usaha yang kita lakukan. Kalau kita sudah berusaha maksimal, insyaallah kita bisa melewatinya,” tuturnya.

Ia juga menambahkan, doa orang tua dan dukungan dari orang-orang terdekat memiliki peran besar dalam perjalanan studinya hingga berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dokter dengan hasil terbaik.

Di balik prestasi akademik yang gemilang, Ayu tetap memegang teguh nilai kemanusiaan dalam profesinya. Ia menilai bahwa menjadi dokter bukan hanya tentang kemampuan akademis, melainkan juga tentang bagaimana memperlakukan pasien dengan empati dan kepedulian.

“Menjadi dokter bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga bagaimana kita memahami dan memperlakukan pasien dengan baik. Jadi, keduanya harus berjalan seimbang,” katanya.

Kini, setelah resmi menyandang gelar dokter, Ayu memiliki harapan besar untuk dapat mengabdikan ilmu dan keterampilannya demi kesehatan masyarakat Indonesia. Ia ingin seluruh ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan dapat memberikan manfaat nyata bagi banyak orang.

“Saya ingin mengaplikasikan seluruh ilmu dan keterampilan yang sudah saya pelajari agar dapat bermanfaat bagi masyarakat. Selain itu, saya juga berharap dapat membanggakan Fakultas Kedokteran (FK) Unizar, membanggakan orang tua, serta membanggakan budaya dan daerah asal saya sendiri,” ujarnya.

Tidak berhenti sampai di sana, dokter muda asal Bali tersebut juga bercita-cita untuk terus menciptakan inovasi dan meraih berbagai capaian yang lebih baik di masa depan. Prestasi yang diraih dr. Ni Ketut Ayu Rachma Nanda Sapitri menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, serta dukungan keluarga mampu mengantarkan seseorang menuju keberhasilan. Sosoknya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa kedokteran lainnya untuk terus berjuang meraih mimpi dan mengabdikan diri bagi dunia kesehatan Indonesia. (ron)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO