BerandaNTBKOTA BIMADampak Pembangunan Kolam Retensi, Pemkot Bima akan Tebang 65 Pohon

Dampak Pembangunan Kolam Retensi, Pemkot Bima akan Tebang 65 Pohon

Kota Bima (Suara NTB) – Sejumlah 65 pohon di kawasan Taman Ria atau Taman Dae La Kosa, akan ditebang untuk mendukung pembangunan Kolam Retensi Taman Ria. Pembangun kolam retensi bertujuan pengendalian banjir di Kota Bima.

Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin menegaskan penebangan dan pemangkasan pohon dilakukan sebagai bagian dari pekerjaan teknis pembangunan kolam retensi, bukan perusakan lingkungan.

Ia menjelaskan pekerjaan Kolam Retensi Taman Ria telah mulai dilaksanakan. Sejumlah pohon yang berada pada titik pekerjaan proyek harus dilakukan penanganan teknis secara selektif dan terukur, agar pembangunan dapat berjalan sesuai perencanaan.

“Dalam proses pelaksanaannya terdapat beberapa pohon yang memang berada pada titik pekerjaan, sehingga harus dilakukan penanganan teknis secara selektif dan terukur,” katanya.

Menurut Syahrial, pembangunan kolam retensi dilakukan sebagai upaya pemerintah mengurangi risiko banjir dan genangan, karena selama ini berdampak pada pemukiman dan aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

Ia memastikan pemerintah tetap memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam seluruh tahapan pekerjaan. Pohon yang ditebang maupun dipangkas telah melalui proses identifikasi dan akan dilakukan penataan kembali kawasan hijau serta penanaman pohon pengganti.

“Pemerintah tetap akan memperhatikan aspek lingkungan hidup dalam setiap tahapan pekerjaan. Pohon yang ditebang maupun dipangkas telah melalui proses identifikasi lapangan dan ke depan akan dilakukan penataan kembali kawasan hijau serta program penanaman pohon pengganti guna menjaga keseimbangan lingkungan dan estetika kawasan,” ujarnya.

Syahrial mengatakan kawasan Taman Dae La Kosa tidak hanya difungsikan sebagai infrastruktur pengendali banjir, tetapi juga tetap menjadi ruang terbuka hijau dan ruang publik representatif di tengah Kota Bima.

“Taman Daelakosa ini ke depan selain berfungsi sebagai bagian dari program pengendalian banjir melalui pembangunan kolam retensi, juga akan tetap menjadi kawasan ruang terbuka hijau yang lebih tertata, lebih indah, dan lebih representatif sebagai ruang publik bagi masyarakat,” katanya.

Kawasan tersebut nantinya akan dilengkapi areal taman, lintasan berlari, dan ruang bagi pelaku UMKM. Pemerintah juga menyiapkan kawasan itu sebagai ruang kreasi dan interaksi masyarakat.

Ia menambahkan Pemerintah Kota Bima tengah menyiapkan tiga titik ruang publik strategis, yakni Taman Amahami di wilayah barat, Taman Kodo di bagian timur, dan Taman Dae La Kosa di kawasan tengah kota.

“Jika di bagian barat kita ada Taman Amahami, di bagian timur ada Taman Kodo, di bagian tengah kita ada kawasan Taman Daelakosa yang ke depan, tiga titik ini akan menjadi lokasi strategis ditata dan dikembangkan untuk menjadi ruang kreasi publik yang representatif,” tandasnya. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO