Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Sumbawa menargetkan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi 30 kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran di desa Kalimango, Kecamatan Alas, ditargetkan rampung dalam dua bulan. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi mengungsi.
“Saat ini kita tengah berupaya mempercepat huntara bagi para korban dan kami menargetkan pembangunanya bisa rampung dalam dua bulan ke depan,” kata Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, H. Fahri Hamzah, dalam kunjungan di Alas, Kamis, 14 Mei 2026.
Fahri melanjutkan, pemerintah saat ini terus melakukan berbagai upaya untuk membantu memulihkan kehidupan masyarakat pasca musibah kebakaran 21 Maret 2026 lalu. Selain huntara, pemerintah juga akan tetap membangun hunian tetap.
Wamen turut mengapresiasi langkah cepat Pemkab Sumbawa, dalam merespons musibah kebakaran tersebut. Bahkan pemerintah daerah bergerak cepat melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat, mulai dari pengajuan proposal desain hunian tetap hingga penyediaan lahan pembangunan huntara.
“Pemkab sangat cepat dalam penanganan bencana ini. Sehingga dalam waktu seminggu usulan tersebut dapat diterima pemerintah pusat. Bupati dan camat sudah bekerja luar biasa,” ujarnya.
Di kunjungan tersebut, Fahri Hamzah turut menyerahkan bantuan tabungan sebesar Rp10 juta kepada masing-masing korban kebakaran. Bantuan tersebut berasal dari Hashim Djojohadikusumo yang disalurkan melalui bank milik pemerintah.
“Kami berharap bantuan ini bisa digunakan sebagaimana mestinya, sehingga para korban tidak merasa kesulitan dalam menjalani kehidupan selama mengungsi dirumah keluarganya masing-masing,” tukasnya.
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran di Desa Kalimango.
“Kami bersyukur karena banyak bantuan mengalir dari berbagai pihak untuk membantu para korban bangkit dari musibah tersebut. Sehingga masyarakat tidak merasa kesulitan untuk menjalani hidup selama di pengungsian,” terangnya.
Jarot berharap masyarakat yang terdampak tetap bersabar dan terus bersyukur atas pertolongan Allah SWT melalui berbagai bantuan yang diberikan. Temasuk pembangunan huntara dan huntap yang akan segera direalisasikan pemerintah.
“Mari kita jadikan musibah ini sebagai pelajaran hidup untuk terus bersabar. Kami juga memastikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat tetap akan kita upayakan terpenuhi,” tukasnya. (ils)

