Mataram (Suara NTB) – Wakil rakyat DPRD NTB memberikan apresiasi atas capaian positif kinerja pemerintah Iqbal-Dinda. Satu persatu beba utang daerah berhasil diselesaikan. Baru-baru ini, utang senilai Rp91,45 miliar di RSUD NTB telah berhasil dilunasi dibawah manajamen yang baru.
Ketua I DPRD NTB, H. Lalu Wirajaya mengatakan bahwa dibawqh kepemimpinan drg. H. Asrul Sani yang belum genap sebulan menjadi Direktur RSUD NTB sudah berhasil menunjukkan kinerja yang sangat baik.
“Ini capaian luar biasa, patut kita apresiasi. Pak Asrul Sani mampu memberikan kinerja terbaiknya dengan melunasi beban utang RSUD yang selama ini cukup membebani dan berdampak terhadap pelayan rumah sakit,” kata Wirajaya pada Senin (18/5/2026).
Politisi partai Gerindra itu pun menekankan agar keberhasilan itu tidak berhenti sebagai penyelesaian administratif semata. Namun harus menjadi momentum memperkuat tata kelola rumah sakit, memulihkan kepercayaan publik, dan membangun sistem pelayanan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
“Setelah persoalan utang diselesaikan, RSUD NTB harus mulai bergerak lebih cepat melakukan pembenahan. Ukuran keberhasilan rumah sakit bukan hanya besar gedungnya, tetapi bagaimana masyarakat benar-benar merasakan pelayanan yang cepat, nyaman, manusiawi, dan memberi rasa aman,” ujarnya.
Penyelesaian beban hutang tersebut dinilai menjadi titik penting karena stabilitas keuangan rumah sakit memiliki hubungan langsung dengan kelancaran pelayanan, mulai dari pengadaan alat kesehatan, dukungan operasional, hingga kepastian kerja sama dengan berbagai mitra layanan kesehatan.
Dengan berakhirnya beban utang, RSUD NTB kini memiliki ruang fiskal yang jauh lebih sehat untuk memperkuat stabilitas operasional, menjaga keberlanjutan pelayanan, serta melakukan pembenahan organisasi secara lebih terukur.
“Kita ingin RSUD NTB tidak hanya menjadi rumah sakit yang besar, tetapi menjadi rumah sakit yang sehat, kuat, maju, dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” pungkasnya.
Senada dengan DPRD, Gubernur NTB Lalu Muhammad juga menekankan bahwa rumah sakit pemerintah tidak cukup hanya memiliki bangunan besar dan fasilitas lengkap, melainkan harus mampu menghadirkan kualitas pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat secara nyata.
Dia menekankan ke depan transformasi RSUD NTB diarahkan pada pembenahan menyeluruh sistem pelayanan, terutama pada layanan klinis dan penataan alur pasien agar lebih efektif dan responsif. (ndi)

