BerandaNTBKOTA MATARAMHarus Dibarengi dengan Persiapan Matang

Harus Dibarengi dengan Persiapan Matang

DPRD Kota Mataram menilai rencana penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat Sekolah Dasar (SD) merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Namun, kebijakan tersebut dinilai harus dibarengi dengan kesiapan sarana, tenaga pengajar, hingga metode pembelajaran yang tepat agar tidak membebani siswa.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Mataram, Ni Luh Arini, mengatakan penguasaan bahasa Inggris akan menjadi kebutuhan penting di masa depan sehingga dunia pendidikan perlu mempersiapkan diri secara serius.

“Kalau melihat kebijakan ini sangat bagus, karena bahasa Inggris akan menjadi kebutuhan ke depannya. Dinas Pendidikan harus siap dari sarana penunjang, kesiapan dan kompetensi guru, termasuk bagaimana melihat dari beban siswa itu sendiri,” ujarnya kepada Suara NTB melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2026).

Menurut Arini, pembelajaran bahasa Inggris di tingkat dasar tidak cukup hanya berfokus pada teori, tetapi juga harus diarahkan pada kemampuan komunikasi siswa serta membangun rasa percaya diri anak-anak dalam menggunakan bahasa asing sejak dini.

Ia menilai pendekatan pembelajaran yang komunikatif akan lebih efektif diterapkan kepada siswa SD dibandingkan metode hafalan semata.

“Dinas Pendidikan juga agar lebih mengedepankan kepada kemampuan komunikasi dan membangun kepercayaan diri anak-anak,” kata politisi PDI Perjuangan ini.

Arini juga menyarankan agar penerapan mata pelajaran bahasa Inggris wajib dilakukan secara bertahap. Ia menilai siswa kelas rendah masih perlu fokus pada penguatan kemampuan dasar, sehingga pembelajaran bahasa Inggris lebih tepat dimulai dari kelas 3 hingga kelas 6 SD.

“Jika memang wajib bagi anak SD mempelajari bahasa Inggris, sebaiknya dimulai dari kelas 3 sampai kelas 6 SD,” ujarnya.

Anggota dewan dari daerah pemilihan Cakranegara ini menekankan pentingnya kesiapan tenaga pengajar yang benar-benar kompeten agar kualitas pembelajaran dapat berjalan optimal. Pemerintah daerah, menurutnya, harus memastikan guru yang mengajar memiliki kemampuan bahasa Inggris serta metode pengajaran yang sesuai dengan usia anak.

“Yang perlu dipersiapkan pemerintah harus benar-benar pengajar yang kompeten,” tegasnya.

Meski mendukung pengenalan bahasa Inggris sejak dini, Arini mengingatkan agar kebijakan tersebut tidak menggeser peran bahasa Indonesia maupun bahasa daerah yang menjadi bagian penting dari identitas budaya bangsa.

“Belajar bahasa Inggris memang bagus untuk pengenalan sejak dini, asalkan tidak mengganggu pelajaran bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang merupakan bagian penting dari identitas budaya Indonesia,” demikian Arini.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Mataram disebut tengah mematangkan berbagai persiapan terkait rencana penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD. Persiapan tersebut mencakup kesiapan kurikulum, tenaga pendidik, hingga sarana pendukung pembelajaran di sekolah. (fit)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO