BerandaNTBKOTA MATARAMDorong Semua Rumah Kos Dilengkapi CCTV

Dorong Semua Rumah Kos Dilengkapi CCTV

 

PEMERINTAH Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, meminta para pemilik rumah pondokan atau kos-kosan di wilayahnya memasang kamera pengawas (CCTV) serta lebih aktif mengontrol aktivitas di lingkungan kos.

Permintaan tersebut juga merupakan usulan dari petugas keamanan di tingkat kelurahan, seperti Bhabinkamtibmas, guna meningkatkan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Langkah ini dilakukan menyusul peristiwa penemuan mayat yang salah satu mahasiswi Universitas Mataram (Unram) di sebuah rumah kos di Lingkungan Sakura, Kelurahan Gomong, Kecamatan Selaparang, pada Senin (18/5/2026).

Meski kejadian tersebut tidak terjadi di wilayah Kelurahan Kekalik Jaya, insiden itu menimbulkan kekhawatiran masyarakat sehingga diperlukan langkah antisipasi terhadap gangguan keamanan dan tindakan melawan hukum.

Lurah Kekalik Jaya, Syafruddin, mengatakan pemasangan CCTV sebenarnya sudah lama diusulkan. Namun, hingga saat ini sebagian besar pemilik kos belum mengindahkan permintaan tersebut.

“Dengan adanya kasus ini, kami kembali meminta agar langkah antisipasi bisa dilakukan,” ujarnya, Jumat (22/5).

Menurut Syafruddin, pemasangan CCTV tidak hanya berfungsi untuk memantau aktivitas di area kos, tetapi juga dapat menjadi alat bukti apabila terjadi suatu peristiwa.

Ia menyebutkan, dalam waktu dekat pihak kelurahan akan berkoordinasi dengan kepala lingkungan untuk menyampaikan permintaan tersebut kepada para pemilik maupun pengawas kos di masing-masing wilayah melalui RT dan Satlinmas.

Kelurahan Kekalik Jaya merupakan salah satu wilayah di Kota Mataram yang memiliki banyak rumah kos karena berada dekat dengan sejumlah perguruan tinggi, seperti Universitas Mataram, STIKES Mataram, dan kampus lainnya.

Syafruddin juga mengungkapkan, sebagian besar rumah kos di wilayahnya tidak ditempati langsung oleh pemilik atau induk semang. Banyak pemilik kos tinggal di luar wilayah, bahkan di luar Kota Mataram, sehingga pengawasan terhadap aktivitas penghuni menjadi kurang optimal.

Kondisi tersebut, kata dia, sering menyebabkan koordinasi antara pemerintah lingkungan dan pemilik kos terkendala, terutama ketika muncul persoalan yang membutuhkan penanganan cepat.

Karena itu, pihak kelurahan mendorong setiap rumah kos memiliki sistem keamanan yang memadai, salah satunya melalui pemasangan CCTV di area pintu masuk, lorong, maupun lingkungan sekitar kos.

Ia berharap peristiwa penemuan mahasiswi meninggal dunia tersebut menjadi perhatian bersama, baik bagi pemilik kos, penghuni, maupun masyarakat sekitar, agar lebih peduli terhadap keamanan lingkungan.

“Keamanan kawasan kos tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya. (pan)

 

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO