BerandaBUDAYA DAN HIBURANFilm “Remarkably Bright Creatures”: Tentang Kehilangan, Kesepian, dan Tempat untuk Pulang

Film “Remarkably Bright Creatures”: Tentang Kehilangan, Kesepian, dan Tempat untuk Pulang

Banyak film tentang kehilangan memilih tampil penuh ledakan emosi. Tangisan dipanjangkan, konflik dibuat rumit, lalu musik sedih dimainkan untuk menggiring perasaan penonton. Namun, Remarkably Bright Creatures justru mengambil jalan berbeda. Film ini berjalan tenang, lembut, dan tidak berisik. Dari kesederhanaannya, cerita terasa dekat sekaligus menyentuh.

Film arahan Olivia Newman yang diadaptasi dari novel karya Shelby Van Pelt ini tayang di Netflix sejak 8 Mei 2026. Ceritanya mengikuti Tova Sullivan yang diperankan Sally Field, perempuan lanjut usia yang bekerja di akuarium kecil kota pesisir. Setelah kehilangan suami dan anaknya, hidupnya berjalan monoton, seolah ia berdamai dengan duka yang belum selesai.

Hari-hari Tova mulai berubah ketika ia menjalin kedekatan tak biasa dengan Marcellus, gurita tua penghuni akuarium yang cerdas. Di saat yang sama, hadir Cameron Cassmore yang diperankan Lewis Pullman, pemuda yang mencari ayah kandung yang tak pernah ia kenal. Pertemuan mereka perlahan membuka masa lalu yang lama terkunci dalam hidup Tova.

Melalui Tova, Sally Field menampilkan sosok perempuan tua yang menyimpan duka tanpa dramatisasi. Bahkan saat berjalan sendirian di lorong akuarium, rasa kehilangan itu tetap kuat. Namun Tova tidak dibuat sebagai lansia rapuh. Ia keras kepala, kadang dingin, tetapi punya humor kecil yang membuatnya terasa hidup. Ada lelah yang dalam, tetapi juga keteguhan yang pelan-pelan menghangatkan.

Cameron menjadi cermin dari kesepian Tova. Lewis Pullman memerankan pemuda yang tampak baik-baik saja, padahal hidupnya kosong. Kehampaan itu ia sembunyikan sampai perlahan ia menemukan arah dan “rumah” dalam relasi yang baru ia temui.

Marcellus, lewat suara Alfred Molina, menjadi jiwa cerita. Cerdas, sarkastik, lucu, sekaligus kesepian. Dari sudut pandangnya, ia seperti pengamat yang lebih memahami luka manusia daripada manusia itu sendiri.

Di tangan Olivia Newman, premis yang unik ini justru menjadi kekuatan. Marcellus bukan sekadar pemanis, tetapi penghubung rasa sepi antar tokoh. CGI (Computer-Generated Imagery) Marcellus dibuat meyakinkan. Gerakannya detail dan ekspresif tanpa berlebihan, sehingga emosinya terasa hidup. Film ini bahkan membuat seekor gurita terasa lebih manusiawi daripada banyak karakter drama lain.

Yang membuat Remarkably Bright Creatures terasa istimewa adalah caranya membangun emosi secara perlahan. Cerita mengalir tenang tanpa konflik besar yang dipaksakan. Ritmenya pelan, seperti sore sunyi di pinggir laut yang membuat seseorang larut memikirkan hidup. Kesederhanaan itulah yang membuat film terasa hangat sekaligus menyentuh.

Atmosfer kota kecil pesisir juga dibangun dengan sangat baik lewat warna-warna lembut dan pencahayaan hangat. Di balik visual yang menenangkan itu, tersimpan kesunyian yang terus hidup di dalam diri para tokohnya. Film ini terasa seperti pelukan pelan bagi orang-orang yang pernah kehilangan sesuatu dalam hidupnya.

Di balik tampilannya yang sederhana, Remarkably Bright Creatures sebenarnya memiliki hati yang besar. Film ini tidak berbicara tentang kesedihan dengan cara yang gelap, melainkan tentang bagaimana manusia tetap mencoba melanjutkan hidup setelah kehilangan bagian penting dari dirinya.

Interaksi Tova bersama kelompok pertemanannya memberi warna tersendiri lewat humor-humor ringan khas kehidupan lansia. Kehadiran momen-momen kecil itu membuat film tetap terasa hangat di tengah tema kehilangan yang diangkat.

Bagian paling emosional hadir ketika hubungan Tova dan Cameron akhirnya terungkap. Sementara adegan pelepasan Marcellus ke laut menjadi simbol kebebasan, perpisahan, dan penutupan luka yang terasa puitis tanpa dibuat berlebihan.

Pada akhirnya, Remarkably Bright Creatures bukan sekadar kisah tentang seorang perempuan tua, seorang pemuda, dan seekor gurita. Film ini berbicara tentang kesepian, kehilangan, serta usaha manusia dan mahkluk hidup mencari tempat untuk pulang ketika hidup terasa asing.

Tova dengan rasa ingin pulang yang perlahan berubah menjadi penerimaan bahwa kematian anaknya bukanlah kesalahannya, dan memilih untuk tetap melanjutkan hidup di tempat ia berpijak; Cameron yang akhirnya “pulang” dengan menemukan orang-orang yang benar-benar berarti di tengah hidupnya yang selama ini sepi; serta Marcellus yang “pulang” ke dasar laut, tempat yang ia sebut sebagai rumahnya sendiri.

Meski bukan drama keluarga paling kompleks, film ini tetap meninggalkan kesan hangat lewat akting yang kuat, suasana yang nyaman, dan cerita yang lembut. Sebuah tontonan sederhana yang diam-diam membuat hati terasa lebih ringan setelah selesai menontonnya. (Nurwahirah Hijralia Azzahra)

Judul: Remarkably Bright Creatures

‎Tahun Rilis: 2026

‎Sutradara: Olivia Newman

‎Produser: Bryan Unkeless, Peter Craig, dan David Levine

‎Produksi: Netflix Studios Filming

‎Genre:  Life Drama

‎Durasi: 1 jam 51 menit

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO