Selong (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) mencatat kinerja ekonomi yang impresif dengan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan pada triwulan I 2026 mencapai 7,83 persen (year-on-year). Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan produksi barang dan jasa dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025.
Hal ini dikemukakan Kepala BPS Lotim, Sri Endah Wardanti menjawab Suara NTB, Senin (8/6/2026). Di balik capaian positif tersebut, BPS Lombok Timur tengah mempersiapkan agenda besar berupa Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang akan digelar mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Sensus yang berlangsung satu dekade sekali ini diamanatkan oleh Undang-Undang Statistik Nomor 16 Tahun 1997 untuk mendata seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari usaha besar, menengah, hingga usaha mikro kecil di seluruh Indonesia, termasuk Lombok Timur.
Sektor yang Berkontribusi untuk Pertumbuhan Ekonomi Lombok Timur
Berdasarkan data terbaru BPS, terdapat lima sektor dengan kontribusi terbesar (share lebih dari 10%) terhadap perekonomian Lombok Timur pada Triwulan I 2026. Pertama, jasa Keuangan dan Asuransi (27,54%). Kedua, penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (13,50%). Ketiga, Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur Ulang (12,71%). Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (12,19%). Berikutnya, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil & Motor (11,85%)
Kehadiran Sentra Pelayanan Pangan Gratis (SPPG) di Lombok Timur dinilai menjadi salah satu pendorong meningkatnya laju pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum serta sektor perdagangan. Kedua sektor tersebut masuk dalam lima besar penyumbang tertinggi.
BPS juga merilis angka PDRB Lombok Timur tahun 2025 yang mencapai Rp28.234,56 miliar. Tiga sektor terbesar saat itu adalah: Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (27,28%) Kedua, Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil & Motor (18,03%). Ketiga, Konstruksi (11,17%)
“Data menunjukkan sektor pertanian masih menjadi penopang utama perekonomian Lombok Timur. Ke depan, penguatan produktivitas, hilirisasi hasil pertanian, serta perluasan akses pasar bagi petani dapat menjadi fokus bersama,” ujar perwakilan BPS.
Ia menambahkan bahwa dengan dukungan berbagai program yang berjalan dan pemanfaatan data yang tepat sasaran, kontribusi besar sektor pertanian diharapkan semakin diterjemahkan menjadi peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat Lombok Timur.
Meski pertumbuhan ekonomi mencapai angka impresif, BPS mengingatkan bahwa indikator tersebut bukanlah satu-satunya ukuran kesejahteraan.
“Kami juga melihat indikator lain seperti kemiskinan, pengangguran, dan distribusi pendapatan. Sebuah program boleh jadi berkontribusi pada aktivitas ekonomi. Namun manfaatnya bagi masyarakat luas perlu dilihat dari dampaknya terhadap kesempatan kerja, pendapatan rumah tangga, dan kesejahteraan secara keseluruhan,” tegasnya.
Metode Baru Berbasis CAPI
Kepala BPS Lombok Timur dalam keterangannya belum lama ini menjelaskan bahwa SE2026 berbeda dengan sensus sebelumnya. Petugas tidak lagi menggunakan kuesioner kertas, tetapi berbasis Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) agar data yang dihasilkan lebih cepat, hemat, dan akurat.
Tahapan SE2026 telah dimulai sejak persiapan, sosialisasi, rekrutmen, hingga pelatihan petugas yang berlangsung 29 Mei–13 Juni 2026. Di Lombok Timur, telah direkrut 1.336 petugas lapangan yang terdiri dari Petugas Pendata Lapangan (PPL) dan Pemeriksa Lapangan (PML). Mereka akan melakukan pendataan door to door dengan pengawasan intensif dari BPS untuk memastikan kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP).
“Sensus ekonomi bukan hanya milik BPS. Kami butuh dukungan pemerintah daerah dan peran aktif masyarakat untuk menerima petugas serta memberikan jawaban sebenar-benarnya,” imbuhnya. Dengan sinergi antara pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan pemanfaatan data PDRB yang akurat, diharapkan kebijakan pembangunan di Lombok Timur semakin tepat sasaran dan berkelanjutan. Masyarakat pun diimbau untuk menyambut baik petugas sensus yang akan datang ke rumah dan tempat usaha pada Juni–Agustus 2026. (rus)


