Praya (Suara NTB) – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Lombok Tengah (Loteng) terus mematangkan arah dukungannya jelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat NTB tahun 2026 ini. Sejumlah kandidat calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB pun sudah dikantongi. Tinggal nanti akan disampaikan saat Musda Partai Demokrat NTB berlangsung.
“Dari beberapa nama, kmai sudah mengarah ke satu nama,” sebut Ketua DPC Partai Demokrat Loteng Adi Bagus Karya Putra, saat dikonfirmasi di kantornya, Rabu (10/6).
Hanya saja, ia belum bersedia mengungkapkan siapa kandidat calon Ketua DPD Partai Demokrat NTB yang didukung tersebut.
Namun yang pasti, tegasnya, terhadap dukungan kesalah satu satu kandidat tersebut DPC Partai Demokrat Loteng juga sudah membangun komunikasi dengan sejumlah DPC lainnya. Harapanya, bisa satu pilihan saat Musda Partai Demokrat NTB berlangsung nantinya.
Disinggung terkait kemunculan nama Lalu Winenangan serta mantan Kapolda NTB Irjen. Pol (purn) Hadi Gunawan dalam bursa pencalonan Ketua DPD Partai Demokrat NTB, Adi Bagus mengaku itu menjadi satu kebanggaan bagi Partai Demokrat. Melihat rekan jejak atau track record para tokoh tersebut. Kehadiran tokoh-tokoh tersebut tentunya akan semakin memperkuat posisi Partai Demokrat kedepan.
Dalam hal ini Partai Demokrat juga sangat terbuka dengan siapapun yang mau bergabung. “Tapi soal pemilihan Ketua DPD Partai Demokrat NTB tentu ada prosesnya. Dan, siapapun punya peluang yang sama untuk mendapat dukungan. Namun semua tetapi kembali kepada pemilik suara. Dalam hal ini DPC hingga Ketum,” imbuhnya.
Artinya siapapun yang terpilih untuk memimpin Partai Demokrat NTB nantinya, itulah yang terbaik bagi Partai Demokrat NTB. DPC Partai Demokrat dalam hal ini siap mendukung siapapun yang terpilih nantinya.
Ditanya jadwal pelaksanaan Musda Partai Demokrat NTB anggota Komisi IV DPRD Loteng ini mengaku belum tahu. Karena masih menunggu penjadwalan dari pengurus pusat. “Di beberapa daerah sudah selesai mengelar musda. Tapi untuk NTB belum ada kejelasan waktu pelaksanannya. Karena masih menunggu keputusan pengurus pusat. Jadi kita menunggu saja,” tandasnya. (kir)


