Sumbawa Besar (Suara NTB)-
Pemkab Sumbawa, menyambut baik kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat untuk Indonesia. Kunjungan itu bertujuan meninjau secara langsung pengolahan tambang rakyat di Kecamatan Lantung, untuk memastikan ramah lingkungan.
“Kami sangat mengapresiasi atas kunjungan ini. Hal ini membuktikan delegasi Amerika Serikat, sangat serius terhadap isu pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati, Ir. H. Syarafuddin Jarot, Rabu (16/6).
Jarot melanjutkan, Kecamatan Lantung saat ini menjadi salah satu wilayah yang berkembang sebagai kawasan pertambangan rakyat. Pertambangan rakyat ini juga telah memberikan dampak maksimal terhadap ekonomi bagi masyarakat setempat.
Pemkab Sumbawa terus mendorong pengelolaan pertambangan rakyat yang legal, tertib, aman, dan ramah lingkungan. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, koperasi masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
“Pertambangan rakyat secara legal tentu akan memberikan dampak yang baik. Karena tidak hanya memberikan keuntungan bagi para pelaku tambang, tetapi memastikan pengelolaan tambang aman bagi lingkungan dan berkelanjutan,” jelasnya.
Pemkab Sumbawa menegaskan komitmennya untuk mendorong pengelolaan pertambangan rakyat yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tentu yang menjadi catatan penting kata Bupati, tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan, kepatuhan terhadap regulasi, keselamatan kerja, dan perlindungan lingkungan hidup.
“Aktivitas pertambangan itu telah memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan masyarakat. Kami juga tetap melakukan pengawasan dan pengelolaan yang baik untuk meminimalkan risiko keselamatan kerja maupun dampak lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Konsulat Jenderal Amerika di Indonesia, John McDaniel mengatakan kunjungan itu bertujuan untuk memperoleh pemahaman langsung mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan lingkungan di wilayah pertambangan rakyat. Terutama kaitannya aspek pengelolaan sumber daya air, keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta model pemberdayaan masyarakat.
“Poin penting menjadi tujuan kunjungan tersebut sehingga hasil pengecekan itu bisa mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan pertambangan rakyat,” ucapnya.
Steven Rice selaku ahli hidrologi dari U.S. Department of Interior National Park Service sedikit menyoroti pentingnya pengelolaan daerah aliran sungai, konservasi sumber mata air, serta mitigasi dampak lingkungan. Hal itu dilakukan untuk menekan terjadinya hal yang tidak diinginkan akibat aktivitas pertambangan.
“Keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya alam dan perlindungan lingkungan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan daerah,” jelasnya.
Delegasi Amerika Serikat yang hadir terdiri dari lima orang, yaitu Steven Rice Hydrologist U.S. Department of Interior National Park Service, John McDaniel, Political/Economic Chief U.S. Consulate General Surabaya, Tina Bucton Economic Officer U.S. Embassy Jakarta,Rulli Rizki Economic Specialist U.S. Embassy Jakarta, dan Juliyana Safitri Political/Economic Local Staff U.S. Consulate General Surabaya. (ils)

