Mataram (Suara NTB) – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) H. Moh. Ruslan menggelar workshop mataram siaga stroke. Kegiatan yang diikuti oleh kader diharapkan menjadi agen perubahan mencegah penyakit stroke di tengah masyarakat.
Ketua TPP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana menyampaikan, pelatihan ini merupakan kegiatan yang sangat penting supaya mampu menciptakan pahlawan (Hores) baru untuk membantu menangani gejala stroke sejak awal. Mataram Siaga Stroke merupakan kegiatan edukasi yang diharapkan kader PKK, GOW, pengurus dharma persatuan garda terdepan untuk menangani gejala stroke. “Jadi ada waktu emas di empat jam setengah pertama. Kadang kita sehari-hari melihat orang terdekat mengalami gejala stroke tetapi kita tidak paham. Kita anggap biasa lemes, kesemutan sehingga dibiarkan,” ujarnya.

Direktur RS. Moh Ruslan, Hj. NK. Eka Nurhayati memberikan sambutan pada acara workshop Mataram Siaga Stroke pada, Kamis (18/6).
Oleh karena itu, para kader mampu memahami ciri-ciri stroke membantu kehidupan dasar sehingga lebih cepat ditangani. Kader juga membantu menghubungi pelayanan ke rumah sakit.
Kinnastri mengingatkan program ini tetap berlanjut, sehingga tim penggerak PKK kecamatan juga mensosialisasikan program ini, agar semakin banyak yang mengetahui cara mitigasi gejala stroke di masyarakat. “Kegiatan ini tidak boleh berhenti sampai di sini. GOW dan Dharma Wanita juga harus menyebarkan informasi ini,” katanya mengingatkan.
Sementara itu, Direktur RSUD Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati menjelaskan, workshop Mataram Siaga Stroke merupakan program edukasi kepada masyarakat. Kegiatan yang digelar pada, Kamis (18/6) diikuti oleh 350 peserta terdiri dari pengurus PKK, ketua forum kader, kader PKK, perwakilan GOW serta dharma wanita unit persatuan Kota Mataram.
Menurutnya, pelibatan kader dalam kegiatan ini diharapkan kader menjadi agen perubahan yang mengetahui dan mampu menyebarkan informasi penting tentang awal gejala stroke di masyarakat. “Nanti aktifitas sistem emergency buttom dapat mengarahkan dan mendampingi pasien stroke ke RS. H. Moh. Ruslan,” terang dr. Eka.

Ketua TP PKK Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana bersama Direktur RS. Moh Ruslan, Hj. NK. Eka Nurhayati dan peserta pelatihan foto bersama.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan Kota Mataram sebagai kota siaga stroke sesuai dengan standar global World Stroke Organization.
Dikatakan, egiatan pelatihan ini dilaksanakan melalui inovasi kami Pendekar Serasi yang sudah dilakukan selama tiga tahun, sehingga banyak membantu masyarakat yang mengalami atau terdeteksi mengalami stroke sehingga menghindari kecacatan dan kematian. “Kami sudah menyelamatkan 70 pasien sehingga terhindari dari kecacatan permanen dan kematian,” terangnya.
Keberhasilan dari inovasi ini dinilai perlu untuk dilakukan untuk mendeteksi dini stroke. Hal ini dinilai sangat penting untuk mengetahui gejala stroke, karena ada golden time yang perlu dimanfaatkan guna menghindari stroke permanen.

Dokter spesialis penyakit saraf dr. Putri melakukan simulasi penanganan pasien gejala stroke.
Pihaknya telah mensosialisasikan kepada siswa tingkat SD-SMA supaya mereka Hores atau perpanjangan tangan di masyarakat, untuk menginformasi gejala stroke untuk menghindari kecacatan permanen dan kematian. Pergerakan masif ini telah dilakukan di NTB, sehingga RS. Moh. Ruslan mendapatkan penghargaan tingkat Kota Mataram, nasional dan internasional. “Kami sudah mendapatkan penghargaan diamond status yakni penghargaan tertinggi dari World Organization Stroke selama dua tahun berturut-turut,” ujarnya.
Kegiatan diharapkan menjadi langkah mitigasi bagi masyarakat Kota Mataram, guna meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan.
Perwakilan Angle Initiative Indonesia, Jidin Abdullah menyampaikan bahwa terdapat empat pilar untuk mencapai kota siaga stroke. Terdiri dari, hospital coverate, hospital performance, PSC 119 dan
Kota Mataram telah mencapai 100 persen hospital coverage. Hospital performance telah mencapai peringkat pertama.
“Kita lebih masif lagi kader menjadi garda terdepan mengenali gejala stroke,” jelasnya.
Menurutnya, kader harus disiapkan untuk bisa mengenali gejala stroke sehingga membantu menekan angka disabilitas di Kota Mataram. (cem/*)

