BerandaNTBSUMBAWAPembangunan PLTS, Pemkab Sumbawa Taksir Investasi Mencapai Rp1,8 Triliun

Pembangunan PLTS, Pemkab Sumbawa Taksir Investasi Mencapai Rp1,8 Triliun


Sumbawa Besar (Suara NTB) – Pemkab Sumbawa, memastikan tengah menyusun Feasibility Studi (FS) atau studi kelayakan terkait rencana investasi senilai Rp1,8 triliun. Investasi ini berkaitan dengan Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).


“Penyusunan FS termasuk Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) terus berproses dan kita sudah bertemu dengan investornya saat kegiatan Invesment Project Ready to Offer (IPRO) bersama Bank Indonesia,” kata Sekretaris Dinas PM PTSP Kabupaten Sumbawa, H. Iyang Syahruddin kepada Suara NTB, Jumat (19/6).

Ia melanjutkan, penyusunan FS tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan lokasi untuk pelaksanaan proyek tersebut. Apalagi Sumbawa masuk dalam lima besar daerah yang layak sebagai lokasi investasi. Saat ini, investor sudah melirik potensi tersebut, sehingga ingin menanamkan modalnya di Sumbawa.

Pihaknya menargetkan studi kelayakan itu bisa segera tersusun untuk dilakukan ekspose lebih lanjut. Apalagi ekspose ini kata dia, perlu dilakukan untuk memastikan kelayakan lokasi termasuk perizinan lainnya dalam mendukung investasi tersebut.
“Kami sangat menyambut baik rencana investasi ini, karena akan mampu mendongkrak realisasi investasi yang saat ini cenderung bergerak lambat di Sumbawa,” ujarnya.

Selain investasi di bidang energi lanjut Iyang, pemerintah saat ini juga tengah mendorong lokasi green tourism yang berada di kawasan Samota. Di lokasi tersebut nantinya akan ada sektor peternakan dan pertanian.

Disinggung terkait realisasi investasi hingga semester pertama tahun 2026, ia menyebutkan investasi saat ini baru terealisasi sekitar Rp186 miliar dari target yang ditetapkan di angka Rp1, 8 triliun.

Sementara untuk semester kedua baru akan dilaporkan pada bulan Desember 2026 mendatang dengan tetap mengacu pada Laporan Kegiatan Usaha Penanaman Modal (LKPM).


“Memang saat ini realisasinya masih rendah, tetapi biasanya di akhir semester kedua baru menggeliat dan kami kami tetap memberikan atensi khusus terkait LKPM ini,” ucapnya.


Dia menyebutkan, pertumbuhan investasi di Sumbawa masih didominasi Penamaan Modal Dalam Negeri (PMDN). Sementara, untuk Penanaman Modal Asing (PMA) hingga semester pertama tahun 2026 masih cukup rendah.

“Rata-rata yang paling mendominasi adalah sektor pertambangan dan perikanan salah satunya tambak udang. Sementara untuk sektor lain masih belum maksimal,” ujarnya. (ils)


IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO