PEMERINTAH Kecamatan Sekarbela mulai memperkuat langkah antisipasi penyebaran demam berdarah dengue (DBD) seiring kondisi cuaca yang tidak menentu pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar lokakarya lintas sektor di seluruh kelurahan dengan melibatkan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) dan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Camat Sekarbela, Arief Satriawan, mengatakan perubahan pola cuaca berpotensi meningkatkan perkembangan jentik nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab DBD. Oleh karena itu, langkah mitigasi dan pencegahan perlu dilakukan sejak dini agar kasus DBD tidak muncul dan meluas di tengah masyarakat.
“Mengingat saat ini memasuki masa peralihan musim hujan ke musim kemarau, potensi kasus DBD perlu diantisipasi. Karena itu, kami sudah melaksanakan lokakarya lintas sektor yang melibatkan puskesmas, Polsek, Koramil, serta seluruh kelurahan di Kecamatan Sekarbela,” ujarnya, Senin (22/6).
Menurut Arief, forum tersebut menjadi wadah koordinasi untuk menyamakan langkah dan memperkuat sinergi antarinstansi dalam upaya pencegahan penyakit yang setiap tahun berpotensi muncul saat perubahan musim.
Ia menjelaskan, berbagai persiapan telah dilakukan pemerintah kecamatan bersama pihak terkait. Di antaranya penyediaan fogging (pengasapan), distribusi bubuk abate, edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, hingga pelaksanaan kegiatan gotong royong secara berkala.
Selain itu, pemerintah kecamatan juga mendorong penerapan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungan permukiman warga. Langkah tersebut dinilai lebih efektif dalam memutus siklus perkembangbiakan nyamuk dibandingkan hanya mengandalkan fogging.
“Penanganan DBD tidak bisa hanya mengandalkan puskesmas atau instansi terkait. Semua unsur harus terlibat, termasuk masyarakat. Kesadaran warga menjadi kunci utama dalam mencegah munculnya kasus DBD,” katanya.
Sebagai bentuk pencegahan, pemerintah kecamatan juga menginstruksikan seluruh kelurahan untuk meningkatkan kegiatan kebersihan lingkungan, terutama membersihkan saluran drainase dan selokan yang berpotensi menjadi tempat genangan air.
Arief menambahkan, langkah antisipatif yang telah dilakukan diharapkan dapat meminimalkan risiko penyebaran DBD. Apabila ditemukan kasus, penanganan dapat dilakukan lebih cepat sehingga tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa.
Hingga saat ini, Pemerintah Kecamatan Sekarbela mengaku belum menerima laporan adanya kasus DBD di wilayahnya. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat perubahan cuaca masih berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (pan)

