BerandaNTBJangan Panik Saat Ban Selip! Kenali 3 Jenis Skid yang Sering Bikin...

Jangan Panik Saat Ban Selip! Kenali 3 Jenis Skid yang Sering Bikin Pengendara Terjatuh

Jangan Panik Saat Ban Selip! Kenali 3 Jenis Skid yang Sering Bikin Pengendara Terjatuh

Mataram (Suara NTB)- Jalan licin, pasir yang berserakan, hingga pengereman mendadak menjadi ancaman yang sering dihadapi pengendara sepeda motor. Sayangnya, masih banyak pengendara yang belum memahami cara mengatasi kondisi ban selip (skid), padahal situasi ini dapat menyebabkan hilangnya kendali kendaraan dan berujung pada kecelakaan serius.

Safety Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wiman Jaya, menjelaskan bahwa ban selip bukan hanya disebabkan oleh kondisi jalan yang buruk, tetapi juga sering dipicu oleh kesalahan pengendara sendiri.

“Banyak pengendara fokus pada kecepatan, tetapi lupa menjaga traksi ban. Padahal ketika traksi hilang, kendaraan akan sulit dikendalikan. Karena itu penting bagi setiap pengendara memahami penyebab dan cara mengantisipasi ban selip sejak dini agar tetap aman selama perjalanan,” ujarnya.

Tiga Jenis Ban Selip yang Wajib Diketahui Pengendara

  1. Braking Skid: Panik Mengerem, Motor Tak Terkendali
    Jenis selip yang paling sering terjadi adalah Braking Skid, yaitu kondisi ketika roda terkunci akibat pengereman yang terlalu kuat dan mendadak.
    Biasanya terjadi saat pengendara kaget melihat bahaya di depan lalu secara refleks menarik tuas rem atau menginjak pedal rem sekuat tenaga. Akibatnya roda berhenti berputar, ban kehilangan traksi, dan motor meluncur tanpa bisa diarahkan.
  2. Power Skid: Terlalu Agresif Membuka Gas
    Power Skid terjadi ketika pengendara membuka gas secara penuh dan mendadak, terutama saat melintasi jalan berpasir, berlumpur, atau basah. Akibatnya roda belakang kehilangan daya cengkeram dan bergeser.
    Untuk menghindarinya, bukalah gas secara halus dan bertahap agar tenaga motor tersalurkan dengan baik tanpa membuat roda kehilangan traksi.
  3. Cornering Skid: Bahaya di Dalam Tikungan
    Cornering Skid terjadi ketika ban kehilangan traksi saat kendaraan melewati tikungan. Penyebabnya bisa karena kecepatan terlalu tinggi, pengereman saat motor sedang miring, atau kondisi permukaan jalan yang licin.
    Cara paling aman adalah mengurangi kecepatan sebelum memasuki tikungan dan menjaga bukaan gas tetap stabil selama menikung.

Empat Langkah Mencegah Ban Selip

  1. Periksa Kondisi dan Tekanan Angin Ban
    Ban yang aus atau tekanan anginnya tidak sesuai rekomendasi pabrikan dapat mengurangi daya cengkeram terhadap jalan. Pastikan alur ban masih baik dan tekanan angin sesuai standar agar performa traksi tetap optimal.
  2. Kenali Rute Perjalanan
    Jalan berpasir, berbatu, berlumpur, maupun tergenang air memiliki risiko lebih tinggi menyebabkan ban kehilangan traksi. Pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi area tersebut.
  3. Berkendara dengan Halus dan Terkendali
    Hindari kebiasaan membuka gas secara agresif serta melakukan pengereman mendadak. Semakin halus teknik berkendara yang digunakan, semakin baik pula traksi ban yang dapat dipertahankan.
  4. Manfaatkan Teknologi Keselamatan
    Beberapa sepeda motor Honda telah dilengkapi fitur ABS (Anti-lock Braking System) yang membantu mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak. Selain itu, pada model seperti Honda PCX 160 tersedia fitur Honda Selectable Torque Control (HSTC) yang membantu menjaga traksi roda belakang saat berakselerasi di permukaan jalan licin.

Melalui kampanye “Jago Cari Aman Biar Happy”, Astra Motor NTB terus mengajak masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai gaya hidup dalam berkendara. Kampanye ini mengingatkan bahwa pengendara yang hebat bukanlah yang mampu melaju paling cepat, melainkan yang mampu mengendalikan diri, memahami potensi bahaya, serta mengambil keputusan yang aman di jalan raya.

Menurut Satria Wiman Jaya, memahami karakter ban dan cara mengantisipasi kondisi selip merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

“Ketika ban kehilangan traksi, waktu untuk bereaksi sangat singkat. Karena itu jangan hanya mengandalkan kemampuan berkendara, tetapi juga pastikan kondisi kendaraan selalu prima dan gunakan teknik berkendara yang benar. Jadilah pengendara yang Jago Cari Aman Biar Happy, sehingga setiap perjalanan dapat berakhir dengan selamat sampai tujuan,” tutupnya.(bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO