BerandaNTBSUMBAWA BARATJaringan Lemah di Desa Kelanir akan Diatasi

Jaringan Lemah di Desa Kelanir akan Diatasi

Taliwang (Suara NTB) – Persoalan jaringan telekomunikasi yang selama ini dikeluhkan warga Desa Kelanir, Kecamatan Seteluk, akan segera teratasi. Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sumbawa Barat, menjalin kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kepala Dinas Kominfo KSB, Deddy Damhudy mengatakan, permasalahan jaringan telekomunikasi yang lemah di Desa Kelanir, sedang dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung pada akhir bulan Juni. “Khusus untuk Kelanir, insyaallah akhir bulan ini dalam tahap penyelesaian masalah jaringan yang lemah,” ungkapnya, Rabu (24/6).

Pada awalnya Kominfo KSB mengusulkan pemanfaatan menara Bakti yang berada di wilayah Desa Kelanir, untuk pemasangan repeater atau penguat sinyal. Namun, setelah dilakukan pembahasan dengan perusahaan telekomukasi tersebut, ternyata opsi tersebut tidak dapat direalisasikan.

Deddy menjelaskan, perusahaan plat merah ini menilai menara Bakti yang direncanakan menjadi lokasi pemasangan repeater bukan merupakan aset milik perusahaan tersebut. Kondisi itu dikhawatirkan dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari apabila perangkat dipasang pada aset pihak lain.

Selain itu, penggunaan repeater dinilai memiliki keterbatasan jangkauan, sehingga manfaatnya tidak dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Awalnya kita ingin menempatkan repeater dengan memanfaatkan tower Bakti itu. Tapi alasannya, tower tersebut bukan aset mereka dan pemanfaatan repeater terbatas jangkauannya,” urai Deddy.

Sebagai solusi, perusahaan telekomunikasi ini memilih membangun jaringan yang lebih permanen dengan menarik kabel fiber optik (FO) dari Base Transceiver Station (BTS) terdekat yang berada di Desa Meraran menuju Desa Kelanir.

Panjang jaringan fiber optik yang akan dibangun mencapai sekitar 3,9 kilometer. Dalam proyek tersebut, Deddy mengungkap, pemerintah daerah diminta membantu penyediaan tiang sebagai penunjang pemasangan kabel. “Soluisnya pakai kabel FO dan kita diminta menyediakan tiang saja,” bebernya.

Deddy menerangkan, perangkat repeater yang sebelumnya direncanakan untuk Kelanir kini dialihkan pemanfaatannya ke Desa Seminar Salit, Kecamatan Brang Rea, yang juga membutuhkan penguatan jaringan telekomunikasi.

Deddy optimis langkah pembangunan jaringan fiber optik tersebut akan memberikan hasil yang lebih maksimal dibandingkan penggunaan repeater. Setelah pekerjaan selesai, fasilitas itu rencananya akan diresmikan. “Insyaallah, kalau sudah selesai akan kita resmikan imbuhnya.

Sebagai informasi, sinyal lemah di Desa Kelanir sudah dikeluhkan warga sejak akhir tahun 2024 lalu. Warga saat itu mengaku kesulitan mendapat sinyal untuk aktivitas daring, karena operasional menara Bakti program Kementerian Komdigi yang ada di wilayahnya dihentikan, karena dampak efisiensi anggaran kementerian.(bug)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO