BerandaPENDIDIKANSMA Swasta Belum Terima Calon Siswa

SMA Swasta Belum Terima Calon Siswa


Mataram (Suara NTB) – Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) di sejumlah SMA swasta di Kota Mataram, kian memprihatinkan. Pendaftaran jalur zonasi atau domisili sampai pada, Selasa (23/6) beberapa sekolah swasta bahkan belum menerima satu pun calon siswa baru.


Kondisi ini terjadi di SMA Trisakti Mataram. Pada, Kamis (25/6) belum ada satu pun pendaftar yang memasukkan berkas ke sekolah tersebut. Staf Administrasi SMA Trisakti Mataram, Luh mengonfirmasi bahwa aktivitas pendaftaran masih sepi peminat sejak jalur domisili ditutup.
“Belum ada pendaftar. Kami masih menunggu dari kemarin. Paling nanti, buangan-buangan dari sekolah negeri,” ujar Luh pada, Kamis (25/6).


Menurut Luh, kemerosotan jumlah pendaftar ini sudah terasa sejak pandemi Covid-19 melanda. Meski berbagai upaya promosi telah dilakukan untuk menggaet minat siswa, hasilnya belum menunjukkan perubahan signifikan.


Bahkan pada tahun ajaran sebelumnya, SMA Trisakti sama sekali tidak mendapatkan murid baru. Setelah melepas 10 orang siswa yang lulus, sekolah ini kini hanya menyisakan empat orang siswa yang duduk di kelas XII. Untuk keberlanjutan sekolah, tahun ini SMA Trisakti memasang target realistis yang tidak muluk-muluk.


“Tahun ini minimal kalau ada ndak usah banyak 20 siswa saja,” sebutnya.


Keberadaan siswa baru ini tidak hanya penting untuk menyambung napas aktivitas belajar-mengajar di sekolah, melainkan juga menjadi penentu cairnya tunjangan sertifikasi para guru. Luh menuturkan bahwa krisis siswa ini berdampak langsung pada pemenuhan syarat minimal jam mengajar guru.


“Sertifikasi akan terganggu, karena tidak memenuhi jam mengajar,” tutur Luh khawatir.
Oleh karena itu, ia sangat berharap kuota minimal tahun ini bisa terpenuhi agar roda organisasi sekolah tetap berputar dan kesejahteraan guru lewat sertifikasi pendidik tetap Aman.


Kondisi serupa juga dialami oleh SMA Janamarga Mataram. Sekolah yang berlokasi di Jalan Tawak-tawak, Karang Sukun, Kelurahan Mataram Timur ini, juga belum mendapatkan calon siswa baru yang mendaftar secara mandiri.


“Yang murni mendaftar itu belum ada. Tetap menunggu limpahan,” ujar Munawir, salah satu guru di SMA Janamarga.


Sama seperti SMA Trisakti, krisis murid di SMA Janamarga sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Bedanya, pihak sekolah memilih tidak pasif menunggu keajaiban. Para guru berinisiatif melakukan strategi jemput bola dengan turun langsung ke kampung-kampung, demi mengajak anak-anak usia sekolah untuk mau melanjutkan pendidikan.


Munawir berharap, kuota pendaftaran tahun ini bisa terpenuhi atau bahkan melampaui angka tahun lalu lewat jalur siswa pindahan. “Kita berharap kuotanya terpenuhi melebihi pencapaian tahun kemarin dari siswa pindahan,” pungkasnya.


Baik SMA Trisakti maupun SMA Janamarga sebenarnya telah menggratiskan biaya pendaftaran hingga biaya sekolah. Calon siswa hanya perlu menyiapkan berkas pendukung seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP) atau Program Keluarga Harapan (PKH), serta memiliki komitmen dan semangat yang tinggi untuk belajar. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO