Bima (Suara NTB) – Peringatan Hari Jadi Bima (HJB) ke-386 tahun menjadi momentum refleksi sekaligus penguat tekad Pemerintah Kabupaten Bima, untuk terus menghadirkan pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Di usia yang telah mencapai tiga abad lebih itu, berbagai capaian telah diraih. Namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, agar pembangunan semakin merata dan manfaatnya dirasakan seluruh masyarakat.
Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy mengatakan peringatan Hari Jadi Bima, bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Momentum tersebut harus menjadi penyemangat bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dalam membangun Kabupaten Bima menuju masa depan yang lebih baik.
“Hari Jadi Bima ke-386 menjadi momentum untuk kembali memberikan semangat kepada pemerintah dan seluruh masyarakat, agar bersama-sama menata masa depan Bima menjadi lebih baik. Banyak hal yang sudah kita lakukan, tetapi masih banyak pula yang harus kita selesaikan,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (29/6).
Menurut Wabup, tujuan utama pembangunan Kabupaten Bima adalah menghadirkan kesejahteraan yang dapat dirasakan seluruh masyarakat. Pemerintah daerah ingin memastikan setiap warga memperoleh kesempatan yang sama untuk memenuhi kebutuhan hidup, mengakses pendidikan, mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak, serta memiliki masa depan yang lebih baik.
“Harapan kami sederhana, masyarakat Bima sejahtera, mendapatkan keadilan, mampu memenuhi kebutuhan hidup, anak-anak bisa sekolah, memiliki rumah yang layak, memperoleh pelayanan kesehatan yang baik, dan memiliki masa depan yang cerah,” tuturnya.
Di tengah semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima masih dihadapkan pada tantangan keterbatasan fiskal. Irfan mengungkapkan berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat sekitar Rp300 miliar pada tahun ini, berdampak terhadap pelaksanaan sejumlah program pembangunan, terutama di sektor infrastruktur.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap optimistis. Pemkab Bima akan terus membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, agar kebutuhan pembangunan daerah dapat memperoleh dukungan sesuai kemampuan fiskal nasional.
“Kalau dikonversikan ke dalam kegiatan fisik, tentu banyak program yang harus dikurangi. Namun, kami tetap berprasangka baik kepada pemerintah pusat. Mudah-mudahan setelah kami menyampaikan kondisi daerah, Kementerian Keuangan dapat memberikan tambahan dana transfer sehingga pembangunan yang sempat terhambat dapat kembali berjalan,” pungkasnya.
Ia menambahkan, semangat Hari Jadi Bima ke-386 harus menjadi pengingat bahwa berbagai tantangan yang dihadapi tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah untuk terus bekerja mewujudkan Kabupaten Bima yang maju, sejahtera, dan berkeadilan. (hir)

