Mataram (Suara NTB) – Jurusan bisnis ritel di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Mataram menjadi konsentrasi keahlian yang paling diminati oleh calon siswa pada seleksi penerimaan siswa baru. Hal ini terlihat dari pembukaan dua jalur pendaftaran yakni,afirmasi dan jalur domisili sudah langsung terpenuhi.
Kepala SMKN 1 Mataram, Ruslan menjelaskan, secara keseluruhan ada lima konsentrasi keahlian yang dibuka tahun ini. Diantaranya, Desain Komunikasi Visual (DKV) dengan kuota satu rombongan belajar (Rombel). Kemudian, Desain dan Produksi Busana (DPB), kuota dua Rombel. Lalu, Bisnis Digital satu Rombel. Selanjutnya, Akuntansi dua Rombel, dan Bisnis Ritel dua Rombel.
Dari kelima jurusan tersebut, bisnis ritel menunjukkan lonjakan peminat yang paling signifikan. Pada jalur afirmasi dan domisili saja, jumlah pendaftar sudah mencapai 142 orang. Padahal, kuota yang tersedia hanya untuk 72 siswa. Jumlah ini diprediksi akan terus membengkak seiring dibukanya jalur seleksi nilai rapor yang dimulai pada Rabu, 1 Juli 2026.
Melihat tingginya animo masyarakat yang juga terjadi di beberapa sekolah lain, Ruslan menilai perlu adanya kebijakan diskresi untuk menambah jumlah rombel, agar calon siswa yang berminat pada jurusan ini dapat terlayani dengan baik.
“Berarti ada peluang untuk ditambah rombelnya dengan jumlah animo yang tinggi ini,” ujarnya ditemui pada, Selasa (30/6).
Secara kapasitas, SMKN 1 Mataram sebenarnya sangat siap jika diberikan izin untuk menambah kelas. Ruslan memaparkan bahwa fasilitas fisik dan sarana prasarana sekolah memadai, terlebih karena ada jurusan perkantoran yang ditutup tahun ini. Dari sisi tenaga pendidik, ketersediaan guru juga mencukupi untuk mengajar kelas tambahan.
Oleh karena itu, Ruslan berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dapat melihat kondisi riil di lapangan. Menurutnya, tingginya minat anak pada jurusan spesifik tidak bisa diselesaikan begitu saja dengan cara mengalihkan mereka ke sekolah lain yang jurusannya berbeda.
“Harapannya, kami dibukakan rombel tambahan, karena calon siswa tidak mungkin dialihkan ke jurusan lain,” demikian kata dia. (sib)

