BerandaEKONOMIEkonomi Melambat, Kredit Macet Kendaraan di NTB Alami Kenaikan

Ekonomi Melambat, Kredit Macet Kendaraan di NTB Alami Kenaikan

Mataram (Suara NTB) – Perlambatan perputaran ekonomi berdampak pada industri perusahaan pembiayaan (finance). Kondisi ini terpotret dari meningkatnya rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) serta melemahnya permintaan pembiayaan akibat turunnya daya beli masyarakat.


Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) NTB, Iwan Hermawan, mengungkapkan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) di sektor pembiayaan mengalami kenaikan sekitar 0,2 hingga 0,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.


Menurut Iwan, kenaikan NPL dipicu oleh melemahnya perputaran ekonomi masyarakat yang berdampak langsung terhadap kemampuan debitur memenuhi kewajiban angsurannya.
“Memang NPL saat ini ada koreksi atau kenaikan sekitar 0,2 sampai 0,5 persen dibandingkan kondisi tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya karena perputaran ekonomi masyarakat NTB sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya, Selasa, 30 Juni 2026.


Ia menjelaskan, tekanan ekonomi paling banyak dirasakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Selain itu, terdapat sejumlah masyarakat yang sebelumnya bekerja pada sektor tertentu, termasuk usaha yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG), mengalami penghentian aktivitas usaha sehingga pendapatannya menurun. Kondisi tersebut berimbas pada keterlambatan pembayaran angsuran pembiayaan.


Meski demikian, perusahaan pembiayaan di NTB masih mengedepankan pendekatan persuasif kepada konsumen. APPI mendorong seluruh anggotanya untuk mengutamakan negosiasi dan mediasi guna mencari solusi pembayaran yang sesuai dengan kondisi keuangan debitur.
“Kami tetap melakukan negosiasi dengan konsumen agar pembayaran tetap berjalan, meskipun kondisi ekonomi mereka memang belum sepenuhnya pulih,” katanya.


Selain meningkatnya kredit bermasalah, lanjut Iwan, industri pembiayaan juga menghadapi tantangan berupa penurunan permintaan pembiayaan baru. Iwan menyebut daya beli masyarakat yang melemah membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengambil pembiayaan, baik untuk kebutuhan konsumtif maupun produktif.


Akibatnya, pertumbuhan penyaluran pembiayaan di NTB mengalami koreksi dibandingkan periode sebelumnya. Masyarakat cenderung menunda pembelian barang yang membutuhkan fasilitas kredit hingga kondisi ekonomi membaik.


APPI NTB berharap kondisi perekonomian daerah dapat segera pulih sehingga aktivitas usaha masyarakat kembali bergerak, daya beli meningkat, dan kualitas pembiayaan perusahaan finance tetap terjaga. Pemulihan ekonomi dinilai menjadi faktor penting untuk menekan kenaikan NPL sekaligus mendorong pertumbuhan industri pembiayaan di daerah. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO