Mataram (Suara NTB) – Kuota jumlah calon siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 16 Mataram, belum terpenuhi hingga hari terakhir pendaftaran, Rabu (1/7). Target 192 siswa baru tercapai 120 pendaftar.
Kepala SMPN 16 Mataram, Burhanuddin mengatakan, pada dua jalur pendaftaran yakni afirmasi dan prestasi hanya menerima 48 siswa dari 80 kuota yang tersedia. Hingga pada jalur terakhir domisili dan mutasi, jumlah pendaftar baru sekitar 120 siswa. Dengan demikian, masih ada 72 kuota calon siswa baru yang belum terpenuhi. “Kami masih nunggu ini. Akan ada kemungkinan limpahan. Tapi kalau dilihat dari tahun-tahun sebelumnya, kemungkinan itu kecil,” ujarnya, Rabu (1/7).
Menurutnya, kekurangan jumlah siswa di sekolah merupakan imbas dari letak sekolah yang berdekatan dengan sekolah lain. Dengan demikian, persaingan untuk mendapatkan siswa juga semakin sengit.
Burhanuddin berharap, regulasi penerimaan murid baru ke depan dapat lebih baik lagi. Pasalnya,kebijakan SPMB saat ini belum berpihak pada sekolah-sekolah kecil dan lebih banyak menguntungkan sekolah besar.
“Jadi, kami dari tahun kemarin sebenarnya ikhtiar saja mau memperbanyak peserta didik, tetapi kami memang sudah memprediksi kisarannya seperti itu. Jadi, untuk kami sendiri harapannya mudah-mudahan ke depan ada regulasi yang menguntungkan sekolah kecil,” harapnya.
Kendati target tahun ini belum terpenuhi, Burhanuddin tetap berkomitmen untuk meningkatkan kualitas baik dari segi pembelajaran maupun mutu pelayanan terhadap siswanya.
Salah satu langkah awal yang akan dilakukan sekolah adalah mengajak orang tua siswa untuk berkolaborasi menyukseskan program pemerintah seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
“Jadi memang kami ingin memperkuat komunikasi dengan orang tua ke depan ini agar bahwa tanggung jawab pendidikan ini adalah tanggung jawab bersama. Dan yang sangat penting itu pendidikan dimulai dari rumah,” pungkasnya. (sib)

