BerandaHEADLINEPelayanan Aktif 24 Jam, PAM Giri Menang Pastikan Pelayanan Kepada Pelanggan Tetap...

Pelayanan Aktif 24 Jam, PAM Giri Menang Pastikan Pelayanan Kepada Pelanggan Tetap Optimal

Giri Menang (Suara NTB) – Pihak PAM Giri Menang bergerak cepat saat menangani kebocoran. Manajemen dari BUMD Air Minum yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram ini selalu memastikan semua berjalan dengan SOP yang berlaku.

Komitmen ini dibuktikan oleh petugas PAM Giri Menang yang selalu Standby 24 Jam. Setelah di Launching oleh Dirut PAM Giri Menang Ir. H. Sudirman, S. T., M. M. pada pertengahan tahun 2025 lalu.

Direktur Utama PAM Giri Menang, Ir. H. Sudirman, S.T., M.M., menegaskan setiap ada keluhan masyarakat atau perbaikan kebocoran harus bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 walaupun kedepannya akan ada proses jlnormalisasi distribusi air masih membutuhkan waktu. Namun, proses normalisasi ini akan terus dalam pantauan, sehingga tidak jarang bisa normal lebih cepat dari estimasi awal

” Setiap perbaikan kebocoran atau saat menyelesaikan keluhan pelanggan kami upayakan tidak lebih dari 24 jam. Tidak kami pungkiri, masih banyak jaringan kami yang sudah melampaui usia teknisnya. Akibatnya jaringan distribusi tersebut mengalami pecah dan pelayanan kepada pelanggan sempat terganggu. Namun alhamdulillah, semenjak kami launching pelayanan 24 jam pada pertengahan tahun lalu, semua pekerjaan perbaikan atau keluhan pelanggan bisa kami selesaikan dengan segera,” ujar Sudriman ditemui di Pendopo Bupati Lobar, Rabu (1/7/2026)

Menurut Sudirman, selesainya pekerjaan perbaikan bukan berarti aliran air dapat langsung kembali normal. Secara teknis, jaringan distribusi harus melalui tahapan pengisian air secara bertahap karena selama proses perbaikan aliran utama dihentikan. “Saat aliran dihentikan, di dalam jaringan pipa terdapat udara yang terjebak. Ketika air kembali dialirkan, udara tersebut harus lebih dahulu dikeluarkan melalui proses pembuangan angin. Karena itu distribusi air tidak bisa langsung normal dalam waktu bersamaan,” katanya.

Ia menjelaskan, proses tersebut merupakan prosedur teknis untuk menjaga kestabilan tekanan air sekaligus menghindari gangguan baru pada jaringan distribusi. Selain itu, Sudirman mengungkapkan kerusakan pipa jaringan yang terjadi menjadi salah satu gambaran bahwa usia jaringan perpipaan PAM Giri Menang semakin tua sehingga membutuhkan biaya pemeliharaan yang terus meningkat setiap tahunnya.

“Kami juga telah menyampaikan kepada para pemegang saham bahwa umur jaringan pipa semakin tua sehingga kebutuhan biaya pemeliharaan juga terus bertambah. Kerusakan seperti di Bengkel yang beberapa waktu lalu terjadi menjadi salah satu contohnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, tantangan pelayanan air bersih tidak hanya berasal dari kondisi jaringan, tetapi juga keterbatasan sumber air baku. Selama tujuh tahun terakhir, PAM Giri Menang belum memperoleh tambahan izin sumber air baku baru sehingga perlu dilakukan berbagai langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, Sudirman membawa kabar baik bagi masyarakat Lombok Barat. Setelah melakukan pembahasan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan instansi terkait, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Meninting berkapasitas 150 liter per detik dijadwalkan mulai dikerjakan pada tahun 2027.

“Dengan hadirnya SPAM Meninting, kami memperkirakan dapat melayani sekitar 15 ribu sambungan rumah baru. Ditambah optimalisasi reservoir, target kami ada tambahan sekitar tujuh hingga sepuluh ribu pelanggan lagi. Artinya, pada akhir 2027 insyaallah sekitar 20 ribu pelanggan baru dapat menikmati layanan air bersih,” ucapnya.

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan menuju wilayah yang belum terlayani membutuhkan investasi cukup besar karena jumlah pelanggan relatif sedikit namun memerlukan pembangunan pipa dengan jarak yang panjang. “Karena itu pengembangan layanan tidak bisa semata-mata menggunakan pendekatan bisnis. Harus ada keberpihakan sosial agar masyarakat yang belum memperoleh layanan tetap bisa menikmati air bersih,” katanya.

Sudirman juga memastikan proyek SPAM Meninting akan mulai memasuki proses tender pada awal tahun 2027 oleh BBWS.

Dalam meningkatkan kualitas pelayanan, PAM Giri Menang juga akan mengoptimalkan aplikasi layanan pelanggan sehingga setiap laporan masyarakat dapat dipantau secara langsung.”Melalui aplikasi PAM Giri Menang nanti setiap pengaduan bisa dilacak, mulai dari lokasi kebocoran, progres pekerjaan hingga status penyelesaiannya. Dengan begitu masyarakat dapat mengetahui perkembangan penanganan secara real time,” katanya.

Di sisi lain, Sudirman mengungkapkan capaian positif perusahaan dalam menekan tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW). Hingga akhir tahun sebelumnya, angka NRW berada di kisaran 34,9 persen. Namun sejak Januari hingga Mei tahun ini berhasil ditekan menjadi di bawah 30 persen.”Kami terus bekerja keras mempertahankan NRW di bawah 30 persen karena dampaknya sangat besar terhadap efisiensi pelayanan. Kebocoran di bawah tanah sering kali tidak terlihat sehingga membutuhkan pemantauan yang sangat serius,” tegasnya.

Ia mengakui standar ideal kehilangan air berada di bawah 25 persen, namun kondisi tersebut masih menjadi tantangan bagi sebagian besar perusahaan air minum di Indonesia.”Target kami terus menurunkan angka tersebut secara bertahap. Alhamdulillah, capaian dari Januari hingga Mei mendapat apresiasi dari Dewan Komisaris dan kami akan mempertahankannya hingga akhir tahun agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik,” pungkasnya. (Her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO