Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk mempublikasikan hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026 melalui kanal resmi pemerintah. Hal ini sebagai bentuk transparansi sekolah.
“Kami sudah menyurati seluruh kepala sekolah jenjang SMP, agar mempublikasikan hasil seleksi secara transparan dengan format by name by address melalui berbagai kanal, papan pengumuman fisik sekolah dan platform digital resmi sekolah,” kata Ketua Pelaksana SPMB, Junaidi kepada Suara NTB, Rabu (1/7).
Ia melanjutkan, pola publikasi berlapis ini dirancang secara sistematis untuk mempermudah akses publik sekaligus membentengi pihak sekolah dari potensi bias informasi. Standardisasi prosedur tersebut, diharapkan dapat mengeliminasi potensi kekeliruan administratif, sehingga akurasi keputusan sekolah tetap terjaga dan akuntabel.
“Kami berharap agar seluruh kepala sekolah beserta panitia tingkat satuan pendidikan untuk menerapkan instruksi ini secara konsisten dan penuh komitmen, agar tidak menimbulkan persoalan kemudian hari,” ucapnya.
Jun menekankan, konsistensi pelaksanaan di lapangan merupakan kunci utama untuk membentengi satuan pendidikan dari intervensi nonprosedural. Hal tersebut juga dilakukan pemerintah untuk menjaga validitas penerimaan siswa baru tanpa hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.
“Pelaksanaan SPMB tahun ini diarahkan menjadi pemenuhan atas kepastian layanan bagi masyarakat, sekaligus memproyeksikan wajah integritas penyelenggaraan pendidikan yang menjunjung tinggi nilai transparansi,” ujarnya.
Menurut dia, tata kelola SPMB 2026 yang baik dapat memperkuat legitimasi dan kepercayaan publik terhadap komitmen pembangunan pendidikan. Pelayanan yang jujur, akurat, dan berkeadilan menjadi pilar fundamental yang mengakselerasi ketercapaian visi besar daerah.
“Kepatuhan regulasi yang berjalan secara harmonis ini membuktikan bahwa reformasi birokrasi pendidikan di Sumbawa mampu mengakomodasi hak-hak masyarakat secara luas sekaligus mengayomi eksistensi para pelaksana pendidikan di lapangan,” demikian kata dia. (ils)

