BerandaPENDIDIKANKuota Siswa SMK di Mataram Belum Terpenuhi

Kuota Siswa SMK di Mataram Belum Terpenuhi

Mataram (Suara NTB) – Penerimaan murid baru pada jenjang sekolah menengah kejuruan (SMK) di NTB telah berakhir, pada Jumat (3/7) kemarin. Namun, kuota siswa baru sejumlah sekolah kejuruan khususnya di Mataram, masih belum terpenuhi.

Kepala Bidang Pembinaan SMK dan Pendidikan Khusus (SMK-PK) pada Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Hasbi mengatakan, persentase ketercapaian kuota di sejumlah SMK bervariasi. Beberapa sekolah seperti SMKN 1, SMKN 2, SMKN 3, SMKN 4, SMKN 5, dan SMKN 7 Mataram terpenuhi, bahkan membludak. Sementara sekolah kejuruan lain seperti SMKN 6 masih mengalami kekurangan siswa.

Persentase kekurangan di sekolah tersebut, kata Hasbi cukup signifikan. Hasbi menyebut, dari total 100 persen kuota yang dibuka, sekolah tersebut hanya mendapat setengahnya.

“SMK 6 Mataram saja yang beberapa jurusannya masih kurang kuotanya. Ketercapaian kuotanya kemungkinan di angka 50 persen atau setengahnya. Kalau yang lainnya sudah melebihi semua,” ujarnya, Selasa (7/7).

Hasbi menjelaskan, pihaknya masih mempelajari faktor penyebab kurangnya murid di sejumlah sekolah di NTB, terutama di Mataram. Menurutnya, ketersediaan kompetensi keahlian  di SMK di NTB sudah berkualitas. Namun, sekolah tersebut diharapkan terus meningkatkan kualitasnya. 

“Sebetulnya, karena kompetensi keahlian itu juga sebetulnya bagus-bagus. Cuma memang diperlukan inovasi yang lebih di sekolah-sekolah. Untuk bersaing dengan sekolah-sekolah besar ini dibutuhkan inovasi yang lebih,” terangnya.

Hasbi berpandangan, inovasi terhadap masing-masing kompetensi keahlian tidak saja penting sebagai strategi menggaet siswa baru, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ia menyebut, selain memiliki kompetensi keahlian yang cukup berkualitas, SMK di Mataram juga sudah mengembangkan kompetensi keahlian berdasarkan potensi sumber daya setempat.

“Dibutuhkan inovasi yang lebih. Inovasi sudah ada dibutuhkan lebih saja. Karena kota ini kan masyarakatnya memilih-milih dia,” ucapnya.

Meski demikian, pihaknya akan mengintervensi kondisi kekurangan siswa di sejumlah sekolah tersebut. 

“Kita tetap ikhtiarkan agar anak-anak kita yang belum tertampung di sekolah-sekolah yang sudah lewat kuotanya itu bisa mendaftar ke sana (sekolah kekurangan),” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO