BerandaNTBKOTA MATARAMDistribusi Kepsek Jadi Solusi Pemerataan Kualitas Sekolah

Distribusi Kepsek Jadi Solusi Pemerataan Kualitas Sekolah

Mataram (Suara NTB) –Ketimpangan jumlah siswa di sejumlah sekolah di NTB, menjadi bukti kualitas seluruh sekolah belum merata. Persoalan ini tidak saja perlu mendapat perhatian, tetapi juga intervensi langsung dari pemerintah.

Merespons persoalan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) NTB, Syamsul Hadi mengatakan, pihaknya tengah menggodok program pemerintah NTB yang akan menjadi jawaban permasalahan belum meratanya mutu pendidikan. Program tersebut adalah golden ticket dan silver ticket management.

Program ini mengusung konsep, kepala sekolah dan guru-guru berprestasi akan didistribusikan ke sekolah yang dinilai masih berkembang. Kehadiran Kepsek dan guru berprestasi tersebut, diharapkan dapat membantu mengoptimalkan potensi sekolah agar setara dengan sekolah lain.

Menurut Syamsul, salah satu variabel penting dalam upaya pemerataan mutu pendidikan di seluruh sekolah adalah keberadaan pemimpin dan manajemen yang berkualitas. Karena itu, program golden ticket dan silver ticket management diharapkan dapat menjadi solusi yang dihadapi pendidikan di NTB.

“Golden ticket management itu bagi kepala sekolah yang tadi mampu atau berhasil melakukan berbagai transformasi, ditempatkan di sekolah yang penuh tantangan. Termasuk tantangan tidak bisa mengakses siswa yang banyak, yang semakin mundur sekolahnya,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, satu kepsek akan ditugaskan bersama dua orang guru. Jika golden ticket management diperuntukan bagi kepala sekolah, maka Silver Ticket Asisten Mutu Pendidikan (Si Tampan) dikhususkan bagi guru-guru yang ikut berkontribusi dalam kemajuan sekolah tujuan.

Program ini sering diasosiasikan sebagai bentuk hukuman kepsek atau guru atas kinerjanya. Namun, ia menegaskan alih-alih sebagai hukuman, program ini justru menjadi sarana strategis untuk mempertegas kualitas kepsek atau guru yang ditugaskan. Bahkan, kepsek dan guru yang bertugas akan mendapat insentif atas kinerjanya membangun kualitas sekolah.

“Program ini sebagai karpet merah bagi kepala sekolah dan guru. Karena itu, kita akan memberikan tambahan insentif nanti supaya menjadi menarik. Bahkan tidak hanya sekadar itu, manajemen pun kita backup dalam tata kelolanya dengan bantuan-bantuan,” terangnya.

Program ini direncanakan akan diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027. Syamsul menyebut, sudah banyak kepsek tertarik mengikuti program strategis tersebut, namun pihaknya tidak mau gegabah memilih peserta. Pemilihan peserta program ini harus betul-betul selektif dan tepat sasaran.

“Beberapa nama yang muncul pada waktu itu adalah banyak kepala sekolah yang berprestasi secara dokumen dan dapat penghargaan. Saya bilang tidak cukup dengan itu, kita harus kunjungi sekolahnya, apa betul dia mampu melakukan itu,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO