BerandaEKONOMIFESyar 2026 Ditutup: Sukses Penyelenggaraan, Sukses Target

FESyar 2026 Ditutup: Sukses Penyelenggaraan, Sukses Target

Mataram (Suara NTB) – Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia (KTI) 2026 yang dipusatkan di Lombok, NTB resmi ditutup, Minggu, 12 Juli 2026. Setelah diselenggarakan selama tiga hari.

Rangkaian kegiatan ditutup oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, mewakili Gubernur NTB, Bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, jajaran Bank Indonesia, pemerintah daerah, pelaku usaha syariah, akademisi, pondok pesantren, lembaga ZISWAF, serta berbagai pemangku kepentingan dari 22 provinsi di Kawasan Timur Indonesia.

Dalam sambutannya, Abul Chair menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas suksesnya penyelenggaraan FESyar KTI 2026 di NTB.

Menurutnya, FESyar KTI menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan ekonomi syariah serta mendorong UMKM agar semakin berdaya saing melalui peningkatan kualitas produk, sertifikasi halal, pemanfaatan teknologi digital, dan perluasan akses pasar menyongsong Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 pada Oktober di Jakarta.

Sementara itu, Hario menambahkan bahwa FESyar KTI 2026 merupakan hasil sinergi 19 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Kawasan Timur Indonesia yang menghadirkan 189 pelaku UMKM/Pelaku Usaha Syariah.

Selama penyelenggaraan, FESyar menghadirkan empat pilar kegiatan, yaitu sharia fair, sharia education, sharia forum, dan sharia competition. Sharia fair mencakup pameran produk halal seperti halal mart, bazar kuliner, dan ke-19 booth se-KTI serta booth lembaga jasa keuangan syariah dan halal corner serta wakaf corner. Sharia education mengadirkan ToT dai/daiyah dan content creator, sertifikasi nazhir,dan tabligh akbar dalam rangka kampanye halal life style. Sementara itu sharia forum menggelar seminar dan talkshow di bidang financing, modest fashion, ZISWAF, strategi eksyar, dan ekspor halal value chain.

Berbagai kompetisi juga diselenggarakan berupa modest fashion, halal chef, OESN, ZISWAF, konten dakwah dan konten eksyar. Pada ajang kompetisi tersebut, Provinsi Nusa Tenggara Barat turut mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara 1 Kompetisi Lembaga ZISWAF Unggulan Kategori Wakaf yang diraih oleh BMT Insan Sawama, Sumbawa.

Tabligh Akbar yang dihadiri lebih dari 4.000 jemaah menandakan antusiasme masyarakat NTB untuk mendorong gaya hidup halal dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh rangkaian tersebut menjadi wujud sinergi dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang inklusif, digital, dan berkelanjutan di Kawasan Timur Indonesia.

Hingga penutupan kegiatan, business matching pembiayaan syariah terealisasi sebesar Rp13,5 miliar, melampaui target Rp11 miliar.

Pada capaian tersebut, BPRS PNM Patuh Beramal Amali Mataram menjadi Lembaga dengan realisasi pembiayaan kepada UMKM terbanyak, sedangkan Bank Panin Dubai Syariah Mataram mencatatkan realisasi pembiayaan dengan nominal terbesar.

Selain itu, omzet penjualan produk Pelaku Usaha Syariah dan industri halal mencapai Rp1,2 miliar, sementara itu penghimpunan wakaf melalui Zawa (Zakat Wakaf) Walk, dan Wakafein mencapai Rp61,2 juta, melampaui target Rp35 juta.

Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kolaborasi dan kepercayaan masyarakat terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah NTB, pencapaian tersebut akan diakumulasi sampai dengan berakhirnya malam hari.

Menutup FESyar KTI 2026, Hario menegaskan bahwa penguatan ekonomi dan keuangan syariah tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi yang kuat antara regulator, akademisi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dukungan kepada UMKM dan pelaku usaha syariah perlu terus diperkuat agar mampu menjadi penggerak utama ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemerintah daerah, 18 Kantor Perwakilan Bank Indonesia di kawasan Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, serta seluruh mitra strategis yang telah menyukseskan FESyar KTI 2026.

Hario berharap penyelenggaraan FESyar menjadi awal dari langkah yang lebih besar untuk menjadikan Kawasan Timur Indonesia sebagai motor penggerak ekonomi dan keuangan syariah nasional. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO