Mataram (Suara NTB) – Nama Gubernur NTB periode 2008-2018, TGB. M. Zainul Majdi disebut saat Rapat Dengan Pendapat (RDP) kasus dugaan pembakaran santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Lombok Tengah yang diselenggarakan di ruang Komisi III DPR RI pada Senin, 13 Juli 2026.
Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyampaikan terkait kultur di NTB khususnya organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang disebut sangat berhasil menjadikan TGB sebagai Gubernur.
Dia menambahkan, anggota NW sangat loyal terhadap guru-gurunya. Tetapi, tingginya loyalitas ini dinilai menjadi salah satu faktor adanya pembiaran saat terjadi kekerasan di lingkungan Ponpes.
Menanggapi hal statemen anggota Komisi III DPR RI ini, TGB. M. Zainul Majdi langsung memberikan klarifikasi. Melalui media sosialnya, TGB menjelaskan organisasi yang dipimpinnya tidak sama dengan organisasi tempat kasus dugaan pembakaran santri itu terjadi. Pihaknya memimpin Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), meski sama-sama NW, kedua organisasi memiliki perbedaan struktur organisasi.
“Ponpes tempat terjadinya kasus penganiayaan tersebut tidak berada di bawah naungan organisasi yang saya pimpin, yaitu NWDI. Namun, berada di bawah naungan organisasi lain,” ujarnya melalui akun resminya pada Selasa, 14 Juli 2026.
Meski bukan berada pada organisasi yang sama, mantan Gubernur NTB itu meminta kasus ini tidak bisa dijadikan alasan untuk memojokkan organisasi tertentu. Ketua Pengurus Besar (PB) NWDI NTB itu menegaskan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas kasus tersebut.
“Silakan usut tuntas pidananya. Hukum siapapun yang bersalah. Tapi jangan bawa-bawa organisasi tertentu. Apalagi organisasi itu telah banyak berjasa dalam meraih kemerdekaan dan mencerdaskan bangsa,” tegasnya.
Dia bahkan meminta APH untuk segera menuntaskan kasus dugaan pembakaran ini guna tidak adanya spekulasi liar yang beredar di kalangan masyarakat yang berdampak menimbulkan fitnah.
“Mari kita bekerja sama agar pesantren-pesantren kita tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman untuk semua santri,” katanya.
Di akhir videonya, TGB mengucapkan terima kasih atas kritik masyarakat terhadap Ponpes. Kritik itu, katanya lahir karena peduli dan cinta. Kritikan itu akan menjadi bahan evaluasinya untuk terus memperbaiki segala kekurangan yang ada di Ponpes.
“Memastikan semua santri mendapat perlindungan, lahir dan batin,” pungkasnya. (era)

