BerandaNTBKOTA MATARAMHari Pertama MPLS, Wali Kota Mataram Tekankan Tidak Boleh Ada ‘’Bullying’’

Hari Pertama MPLS, Wali Kota Mataram Tekankan Tidak Boleh Ada ‘’Bullying’’

Mataram (Suara NTB) – Pelaksanaan hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD-SMP di Mataram, Senin (13/7), berlangsung tertib sekaligus khidmat. Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi siswa mengenal lebih dalam lingkungan belajarnya, membangun relasi positif antar-sesama, serta menghindari perilaku perundungan (bullying).


Pada MPLS hari pertama tersebut, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, Wakil Wali Kota TGH. Mujiburrahman, Sekda, Lalu Alwan Basri, Bunda PAUD Kota Mataram, Hj. Kinnastri Mohan Roliskana, dan Kepala Dinas Pendidikan (DIsdik) Kota Mataram, Yusuf, dan sejumlah jajaran Disdik turut hadir mengikuti rangkaian acara.


Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengatakan, kehadiran dirinya serta pejabat Pemkot lain pada kegiatan tersebut dalam rangka memberi semangat kepada para siswa yang tengah berkenalan dengan lingkungan sekolah barunya.


Selain itu, Wali Kota juga mengingatkan agar kegiatan MPLS terhindar dari hal-hal negatif seperti perilaku perundungan atau bullying. Kepala sekolah serta para guru diharapkan terus mendampingi siswa agar MPLS berjalan tertib serta kondusif.


“Tadi sudah saya tekankan bahwa supaya tidak ada aktivitas bullying seperti itu. Dan saya minta untuk para pendidik untuk bisa mengawasi itu,” ujarnya, Senin (13/7).


Menurut Mohan, anak-anak kerap kali tidak memahami dampak dari perilaku yang diperbuatnya. Padahal, tindakan bullying memiliki efek negatif, terutama bagi perkembangan mental anak-anak itu sendiri. Karena itu, ia meminta agar sekolah memberi perhatian terhadap isu ini.


“Tetapi sekali lagi, pentingnya di situ tadi, para pendamping, para orang tua juga untuk mengingatkan itu supaya hal-hal yang tidak baik itu jangan dilakukan lah. Apalagi di lingkungan sekolah,” tekannya.

Bangun Relasi Emosional dengan Anak



Selain upacara, MPLS Hari Pertama juga dirangkaikan dengan program Gerakan Ayah Antar Anak Sekolah (GAMAS). Kegiatan turunan dari Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) ini merupakan program dari Kemendukbangga/BKKBN. Tujuannya, mengajak para ayah untuk hadir secara langsung dalam momen penting anak sebelum memulai aktivitas belajar di sekolah. Meskipun terlihat sederhana, langkah ini memiliki makna besar dalam membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak.


Mohan berharap, kegiatan ini menjadi momentum yang tepat untuk menyampaikan pesan betapa pentingnya orang tua membangun ikatan emosional yang kuat dengan anak. Sebab, dalam masa pertumbuhannya, anak tetap membutuhkan dukungan moril dari orangtua.


“Artinya selalu ada lingkungan terdekat yang terus memberikan motivasi kepada anak-anak kita ini untuk agar mereka tumbuh dengan bahagia,” tuturnya.


Tindakan mengantar anak sekolah ini diharapkan tidak saja dilakukan pada momen MPLS saja. Tapi, menjadi kebiasaan yang terus dilakukan agar relasi antara orangtua dan anak ke depan semakin lebih baik.


“Iya, tidak hanya saat ini tentu ya. Dan ini kan memang ini bisa menjadi, sekali lagi, pengingat lah, tentang tentang pentingnya kehadiran orang tua dalam tumbuh kembang anak,” pungkasnya.


Kehadiran ayah pada hari pertama sekolah turut dirasakan para siswa. Sayidatul, salah satu siswa asal SMPN 3 Mataram mengaku bahagia atas kehadiran ayahnya pada MPLS hari pertama itu. “Perasaan saya tentu bahagia ayah bisa hadir pada hari pertama masuk sekolah,” ujarnya.


Menurutnya, kehadiran figur orang tua, termasuk ayah dalam hidupnya sangat penting. Karena itu, ia berharap, ayahnya dapat terus membersamainya baik ketika mengantar ke sekolah maupun di rumah. “Semoga ayah sehat selalu,” tuturnya. (sib/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO