Kapolres Lotim AKBP Gagah Nugraha, bersilaturahmi dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1615 Lotim, Letkol Inf. Hadiyansyah, S.IP. Tak ada protokol berlebihan, tak ada kerumunan pasukan. Yang ada hanya sapaan hangat dan jabat tangan erat antara dua insan yang sama-sama baru menginjakkan kaki di Bumi Patuh Karya.
AKBP ARIAKTA Gagah Nugraha, S.I.K., M.H., yang baru beberapa pekan menjabat sebagai Kapolres Lombok Timur, melangkah mantap menemui Letkol Inf. Hadiyansyah, S.IP., Dandim 1615/Lombok Timur yang juga baru dilantik. Di balik senyum dan cengkerama yang tercipta, ada pesan besar yang ingin disampaikan kepada masyarakat: TNI dan Polri di Lombok Timur tetap satu.
Pertemuan dimulai di ruang kerja Dandim. Suasana akrab langsung terasa. Tak ada jarak, tak ada sekat. Dua pucuk pimpinan instansi keamanan itu duduk berdampingan, berbincang ringan sebelum akhirnya masuk ke pembahasan substantif.
Bagi Kapolres Ariakta, kunjungan ini bukan seremonial belaka. Ini adalah langkah strategis seorang pejabat baru yang ingin memastikan bahwa rantai koordinasi yang selama ini terbangun dengan baik tidak pernah putus.
“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa hubungan Polres Lombok Timur dan Kodim 1615/Lombok Timur tetap solid, harmonis, dan saling mendukung sesuai tugas dan kewenangan masing-masing,” ujar Kapolres dengan nada mantap.
Ia menambahkan bahwa di tengah berbagai dinamika dan isu yang berkembang di tingkat nasional, menjaga hubungan harmonis antara kedua institusi adalah keniscayaan. Bukan sekadar tugas, tapi komitmen lahir-batin untuk menjaga stabilitas daerah.
Dandim Hadiyansyah menyambut hangat kehadiran Kapolres baru. Dengan senyum khas prajurit, ia mengucapkan selamat datang dan berharap agar kerja sama yang selama ini terjalin bisa semakin erat ke depannya.
“Silaturahmi seperti ini menjadi momentum penting untuk memperkuat soliditas dan kekompakan. Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa TNI dan Polri tetap bersinergi dalam memberikan pelayanan, menjaga keamanan, serta menciptakan situasi yang kondusif di Lombok Timur,” tegasnya.
Pernyataan itu bukanlah basa-basi. Sebagai dua pilar utama keamanan di kabupaten yang berbatasan langsung dengan Laut Flores dan Selat Alas ini, sinergitas TNI-Polri memang menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan dan ketenteraman wilayah.
Pertemuan yang berlangsung hampir 1,5 jam itu tidak hanya diisi dengan obrolan ringan. Kapolres dan Dandim menyempatkan diri mendiskusikan penguatan koordinasi lintas institusi dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di tengah masyarakat.
Mulai dari potensi konflik horizontal, bencana alam yang kerap melanda kawasan timur Pulau Lombok, hingga isu-isu yang berkembang di ruang digital—semua dibahas dengan kepala dingin dan semangat kolaborasi.
“Koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi yang solid antarinstansi merupakan kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Kapolres Ariakta.
Ia juga menyebut bahwa berbagai dinamika di tingkat nasional tidak boleh sedikit pun menggoyahkan hubungan TNI-Polri di daerah. Justru di tingkat tapak itulah kekuatan sinergitas diuji dan dibuktikan.
Kasihumas Polres Lombok Timur, Iptu Lalu Rusmaladi, menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk komitmen nyata Polres dalam menjaga dan memperkuat sinergisitas TNI-Polri sebagai pilar utama pemeliharaan keamanan di daerah.
“Sinergisitas TNI dan Polri merupakan kekuatan utama dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi yang berkesinambungan, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi secara cepat, tepat, dan bersama-sama,” ujar Lalu Rusmaladi.
Ia berharap soliditas yang telah terjalin selama ini terus terjaga sehingga masyarakat semakin merasakan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Polres Lombok Timur memastikan akan terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh unsur Forkopimda serta elemen masyarakat. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas keamanan, memperkuat persatuan, dan mengantisipasi berbagai potensi gangguan yang dapat mengganggu kondusivitas wilayah Kabupaten Lombok Timur. (rus)

