Mataram (Suara NTB) – Kantor baru DPRD Provinsi NTB direncanakan akan dibangun lima lantai. Bangunan yang diperkirakan akan menelan biaya sekitar Rp200 miliar telah disetujui oleh pemerintah pusat, dan mulai dibangun awal tahun 2027.
Desain bangunan gedung lima lantai kantor DPRD Provinsi NTB tersebut sesuai dengan desain yang disetujui oleh anggota DPRD NTB. Yakni bangunan yang berdesain arsitektur modern dengan memadukan unsur kearifan lokal mewakili tiga suku besar NTB yakni sasak, samawa, dan mbojo.
Sekretaris DPRD NTB, Hendra Saputra, mengatakan bahwa ada tiga desain alternatif yang ditawarkan dalam pembangunan gedung baru DPRD, namun dari tiga desain yang ditawarkan disepakati dan disetujui alternatif desain kedua. Dalam desain-nya, gedung baru DPRD berarsitektur modern, namun tetap tidak meninggalkan ciri khas atau identitas lokal NTB.
“Pasti, muatan-muatan lokal terkait budaya NTB tetap ada, sebagai ciri khas daerah,” ujarnya.
Menurutnya, dalam desain gedung baru DPRD NTB tersebut, terdiri dari beberapa bangunan, dua di antaranya merupakan bangunan utama, yakni ruang rapat paripurna berada di sisi selatan, sedangkan ruang komisi, fraksi, kantor, dan lain-lain berada di bangunan tengah (lima lantai).
“Jadi, ada dua bangunan besar, ruang paripurna nanti tersendiri yang ada lumbung di depan, kemudian gedung tengah itu untuk komisi dan fraksi-fraksi,” katanya.
Selain itu, di dalam komplek gedung baru para legislatif di Udayana ini, diusulkan dilengkapi gedung aspirasi. Tujuan utamanya, menjadi tempat pertemuan atau diskusi antara legislatif dan masyarakat atau mahasiswa, sehingga tidak menyampaikan aspirasinya di luar gedung.
“Nantinya gedung aspirasi ini menjadi tempat penyampaian aspirasi masyarakat ke anggota dewan,” terangnya.
Sementara itu Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) NTB, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU, Dades Prinandes, mengatakan bahwa pembangunan gedung akan dilakukan pada awal 2027 dan pengerjaannya diperkirakan selesai selama 11 bulan.
“Saat ini detail engineering desain (DED) sedang dikerjakan dan kita targetkan selesai pada bulan September atau Oktober,” ujar Dedes.
Lebih lanjut dismpaikan Dedes bahwa sesuai rencana lelang proyek pembangunan gedung baru DPRD NTB ini, sudah bisa dilakukan pada 2026. Sedangkan, proses kontrak hingga dimulainya pekerjaan dilaksanakan pada awal 2027, dengan lama waktu pengerjaan 11 bulan.
Untuk estimasi biaya pembangunan gedung baru DPRD NTB ini diperkirakan mencapai Rp200 miliar sesuai dengan usulan awalnya. Namun demikian, estimasi biaya ini belum bersifat final lantaran masih dibahas antara DPR dan pemerintah. (ndi)

