BerandaPENDIDIKAN1.831 Siswa SD-SMP Terindikasi Penerima BSM Ganda

1.831 Siswa SD-SMP Terindikasi Penerima BSM Ganda

Mataram (Suara NTB) – Penyaluran Bantuan Siswa Miskin (BSM) di Kota Mataram kembali menjadi sorotan. Pasalnya, sejumlah siswa terindikasi menerima bantuan secara ganda.

Dari hasil pemeriksaan BPK, tercatat sebanyak 1.831 siswa SD dan 591 siswa SMP terindikasi sebagai penerima BSM ganda.

Dari jumlah tersebut, penerima BSM yang terindikasi ganda terdiri dari 1.473 siswa SD dengan besaran bantuan Rp180 ribu per siswa. Sementara jenjang SMP sebanyak 358 siswa dengan besaran bantuan Rp360 ribu per siswa.

Berdasarkan perhitungan atas data tersebut, nilai bantuan yang terindikasi penerima ganda mencapai sekitar Rp394,46 juta. Rinciannya, untuk jenjang SD sebesar Rp239,58 juta, sedangkan jenjang SMP mencapai Rp128,88 juta.

Diketahui, total penerima BSM di Kota Mataram pada 2025 mencapai sekitar 9 ribu siswa. Namun, dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 2 ribu siswa yang tercatat masuk dalam Desil 6 penerima manfaat.

Kepala Disdik Kota Mataram, H. Yusuf mengatakan, siswa yang berhak mendapatkan BSM adalah mereka yang sekurang-kurangnya berada di desil 1 dan 2.

Namun, akibat kurangnya dalam proses verifikasi data penerima BSM, desil yang tidak termasuk penerima mendapat bantuan.

Karena itu, pihaknya tengah melakukan pendataan ulang terhadap siswa yang dinilai berhak mendapatkan BSM.

“Akan didata ulang. Nanti bekerja sama dengan Dinas Sosial,” ujarnya, Rabu (29/7).

Ia memastikan akan memperketat proses verifikasi penerima BSM. Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Mataram, untuk memastikan data penerima bantuan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Kita harus bekerja sama dengan Dinas Sosial agar mendapatkan data yang valid, sehingga tepat sasaran dan akuntabel bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Yusuf juga menegaskan, penyaluran bantuan kepada siswa ini mesti lebih teliti. Dengan demikian, penyaluran BSM betul-betul menyasar siswa yang berhak.

“Harus lebih selektif. Sehingga data yang diperoleh betul-betul valid, transparan, dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.

Temuan penerima ganda ini menjadi catatan penting dalam tata kelola program bantuan pendidikan di Kota Mataram. Sebab, BSM pada prinsipnya diperuntukkan bagi siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan tanpa terkendala persoalan biaya.

Karena itu, ketepatan sasaran menjadi salah satu aspek yang harus menjadi perhatian utama. Data calon penerima perlu diverifikasi secara berlapis untuk mencegah terjadinya penerima ganda maupun penerima yang tidak memenuhi kriteria. (sib)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO