BerandaHEADLINEDesain Ulang Pasar Seni Senggigi

Desain Ulang Pasar Seni Senggigi


PEMERINTAH pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengalokasikan Rp84,5 miliar untuk revitalisasi Pasar Seni Senggigi. Rencananya, proyek fisik akan dilakukan di awal tahun 2027 nanti. Saat ini, pusat tengah melakukan desain ulang meski Pemprov NTB sempat melaksanakan Desain Engineering Design (DED).


Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf) NTB, Ahmad Nur Aulia, mengakui, alasan pusat melaksanakan DED ulang pada proyek revitalisasi yang memakan anggaran fantastis ini. Karena pusat perlu melakukan penyesuaian sebab desain yang dilakukan Pemprov NTB merupakan desain lama.


“DED kita kan sudah ada DED nya, tetapi itu akan disinergikan karena kondisi dulu dengan yang sekarang kan berbeda,” ujarnya, kemarin.


Menurutnya, desain revitalisasi kali ini untuk menghadirkan kawasan yang memiliki fungsi lebih luas dibandingkan pasar seni biasanya. Selain menjadi etalase produk UMKM lokal dan pusat atraksi budaya, kawasan tersebut juga akan menjadi landmark baru yang merepresentasikan pariwisata NTB.


Aulia menyebut, pemerintah pusat menginginkan Pasar Seni Senggigi menjadi ikon yang langsung dikenali wisatawan, sebagaimana Pelabuhan Sydney menjadi identitas Kota Sydney. Karena itu, proses reviu desain akan difokuskan pada penguatan tampilan sekaligus penambahan fungsi kawasan.


“Itu akan diproses melalui namanya re-design. Re-design ini akan dilakukan oleh pemerintah pusat,” katanya.


Selain aspek visual, desain baru juga akan mengintegrasikan Pasar Seni Senggigi dengan Pelabuhan Senggigi. Kawasan tersebut dirancang menjadi kawasan wisata yang menghubungkan jalur laut dengan destinasi di sekitarnya. Pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung, termasuk akses yang ramah bagi penyandang disabilitas dan transportasi penghubung antara pelabuhan dan kawasan pasar seni.


Ia menjelaskan, rincian fasilitas yang akan dibangun masih menunggu hasil reviu desain oleh pemerintah pusat. Dengan anggaran sekitar Rp84,5 miliar, fungsi kawasan dipastikan akan diperkaya agar mampu mendukung aktivitas ekonomi kreatif, budaya, sekaligus pariwisata.


Sementara itu, Pemprov NTB saat ini masih mengejar penyelesaian dokumen Readiness Criteria (RC) yang menjadi syarat pelaksanaan proyek. Seluruh persyaratan ditargetkan rampung pada akhir tahun sehingga proses lelang dapat dilakukan oleh pemerintah pusat dan pembangunan fisik dimulai pada awal tahun depan.
“Kita harus akhir tahun ini semua harus terpenuhi,” katanya.


Selain menyiapkan dokumen RC, pemerintah juga tengah menyelesaikan proses administrasi penghapusan aset di atas lahan Pasar Seni Senggigi agar tidak menghambat pelaksanaan revitalisasi. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, proyek akan sepenuhnya ditangani pemerintah pusat, termasuk proses tender dan pelaksanaan konstruksi. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO