Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram mencatat sebanyak 178 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) hingga Juni 2026. Jumlah tersebut mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 440 kasus.
Meski tren kasus menurun, Dinkes tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4 Plus sebagai langkah pencegahan penyebaran DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan, mengatakan pihaknya bersama 11 puskesmas dan aparat kelurahan terus mengintensifkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya PSN 4 Plus.
“Kami sudah mengimbau masyarakat melalui petugas puskesmas di masing-masing wilayah agar terus melakukan langkah antisipasi terhadap DBD,” ujarnya, pekan kemarin.
Menurut Emirald, kondisi cuaca yang tidak menentu berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Karena itu, masyarakat diminta secara rutin melaksanakan PSN 4 Plus secara bergotong royong bersama petugas kesehatan di wilayah kerja masing-masing.
Gerakan PSN 4 Plus meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air, mengubur atau mendaur ulang barang-barang bekas yang dapat menampung air, serta memantau keberadaan jentik nyamuk secara berkala.
Ia menegaskan, PSN 4 Plus merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan pengasapan (fogging). Pasalnya, fogging hanya mampu membunuh nyamuk dewasa, sedangkan jentik nyamuk tetap dapat berkembang menjadi nyamuk baru.
“Tim puskesmas juga aktif turun mendampingi warga melakukan PSN 4 Plus guna mencegah nyamuk DBD maupun serangga pembawa penyakit lainnya berkembang biak di lingkungan permukiman,” katanya.
Selain itu, Dinkes terus mengedepankan upaya promotif dan preventif sebagai strategi utama pengendalian DBD. Masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan, terutama pada musim hujan, dengan membersihkan barang-barang yang berpotensi menjadi tempat penampungan air.
“Kondisi kebersihan lingkungan sangat memengaruhi perkembangbiakan nyamuk demam berdarah dan menjadi fondasi kesehatan keluarga,” jelasnya.
Menurut Emirald, penurunan jumlah kasus DBD menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kesadaran tersebut juga terlihat dari semakin rutinnya warga melaksanakan PSN, minimal satu kali dalam seminggu atau satu hingga dua hari setelah turun hujan.
Ia menambahkan, gerakan PSN 4 Plus dan fogging tetap menjadi program rutin yang dilaksanakan di seluruh kelurahan. Namun, pelaksanaan fogging dilakukan sebagai langkah pengendalian, sedangkan pencegahan melalui PSN tetap menjadi prioritas utama.
“Kami tidak ingin lagi menerapkan strategi seperti pemadam kebakaran yang baru bergerak ketika sudah ada kasus. Yang lebih penting adalah melakukan upaya pencegahan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (pan)

